• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Hadapi Ketidakpastian Global, Purbaya Andalkan Reformasi Pajak dan PNBP Perkuat APBN

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 16 Juli 2026 - 06:06
in Ekonomi
purbaya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pokok-pokok keterangan atas RUU P2 APBN Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Kerja bersama Banggar DPR RI, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah memastikan agenda reformasi fiskal tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga daya tahan penerimaan negara di tengah perlambatan ekonomi global yang masih membayangi sepanjang 2025.

Transformasi di sektor perpajakan, optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga pembenahan pengelolaan aset negara menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas APBN sebagai penopang pembangunan nasional.

BacaJuga:

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri Rapat Kerja Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI mengenai Laporan Keuangan Kementerian Keuangan Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Purbaya, berbagai tantangan eksternal seperti perlambatan perdagangan dunia, melemahnya harga komoditas, hingga meningkatnya fragmentasi ekonomi global memberi tekanan terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, berbagai reformasi yang dijalankan pemerintah mampu menjaga kinerja penerimaan negara tetap solid.

“Di tengah situasi global yang penuh tantangan, optimalisasi pendapatan negara terus dilaksanakan dengan tetap menjaga iklim investasi dan mendukung aktivitas ekonomi nasional,” ujar Purbaya.

Ketahanan fiskal Indonesia tercermin dari realisasi pendapatan negara sepanjang 2025 yang mencapai Rp2.765,1 triliun. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

Untuk memperbesar ruang fiskal di masa mendatang, pemerintah terus melanjutkan reformasi perpajakan melalui penyempurnaan sistem administrasi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pengawasan berbasis data. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem perpajakan yang semakin efektif, adil, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, reformasi PNBP juga terus dipacu melalui pengelolaan sumber daya alam dan barang milik negara yang lebih optimal. Strategi tersebut diarahkan agar aset negara mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar sekaligus meningkatkan kontribusi PNBP terhadap penerimaan negara.

Dalam Laporan Keuangan Kementerian Keuangan Tahun 2025, pendapatan yang dikelola kementerian tercatat mencapai Rp2.271,53 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penerimaan pajak perdagangan internasional sebesar 6,43 persen serta peningkatan PNBP sebesar 9,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan penguatan penerimaan negara tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan dunia usaha dan iklim investasi. Karena itu, setiap kebijakan perpajakan dirancang secara hati-hati agar mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal dan daya saing ekonomi.

Transformasi tata kelola penerimaan negara juga terus diperkuat melalui integrasi data, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi informasi. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan penerimaan negara yang semakin modern, transparan, dan efisien.

“Kementerian Keuangan terus berkomitmen memperkuat tata kelola penerimaan negara melalui reformasi yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel. Pendapatan negara yang kuat menjadi prasyarat utama untuk mendukung pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas perekonomian nasional,” tegas Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menilai kemampuan pemerintah mempertahankan kinerja penerimaan negara di tengah tekanan global menunjukkan fondasi fiskal Indonesia yang semakin kuat. Agenda reformasi fiskal akan terus dilanjutkan dengan memperluas basis penerimaan, meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara, serta memperkuat peran APBN sebagai instrumen utama pembangunan dan stabilisasi ekonomi nasional. (her)

Tags: APBNMenteri KeuanganPNBPpurbaya yudhi sadewareformasi pajak

Berita Terkait.

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun
Ekonomi

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 09:15
Gempa Bumi Dangkal Bermagnitudo 4,4 Hantam Kaur di Bengkulu Pagi Ini
Ekonomi

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 09:00
Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM
Ekonomi

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

Selasa, 8 September 2026 - 21:05
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Optimalisasi Infrastruktur LNG, PAG Kembangkan Arun Jadi Hub Energi Regional

Selasa, 8 September 2026 - 19:04
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi

Selasa, 8 September 2026 - 17:33
BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Outlook Stable
Ekonomi

BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Outlook Stable

Selasa, 8 September 2026 - 16:05

OLAHRAGA

liga
Olahraga

Jadwal Liga Champions: Liverpool-Arsenal Hadapi Ujian Berat, Barca-PSG Jumpa Lawan “Mudah”

Editor Laurens Dami
Rabu, 9 September 2026 - 18:18

INDOPOSCO.ID - Panggung Liga Champions 2026/2027 matchday pertama fase liga kembali menyuguhkan parade pertandingan kelas berat. Sejumlah klub raksasa Eropa...

SelengkapnyaDetails
menpora

Pesan Menpora Jelang Asian Games 2026: Kejar Emas, Jangan Main-Main dengan Anggaran

Rabu, 9 September 2026 - 18:08
Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Rabu, 9 September 2026 - 09:57
atlet

Atlet Akuatik Klungkung Borong 5 Medali di Ajang Gajahmada Swimming Competition 2026

Selasa, 8 September 2026 - 11:11
Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 15:30

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.