INDOPOSCO.ID – Harapan Timnas Mesir untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus terhenti di babak 16 besar. Dalam pertandingan sengit yang berlangsung di Seattle Stadium, Selasa (8/7/2026) malam, The Pharaohs menyerah dengan skor tipis 2-3 dari Argentina. Namun, usai peluit panjang dibunyikan, perhatian justru beralih kepada sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial.
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Mesir yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan tim di turnamen. Menurut mereka, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi para pemain untuk tampil penuh semangat di panggung dunia.
“Kami bangga atas perjuangan tim nasional dan berterima kasih kepada jutaan rakyat Mesir yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan di Piala Dunia 2026,” tulis EFA dalam pernyataan resmi di akun Instagram resmi Federasi, Kamis (9/7/2026).
Meski demikian, EFA menilai hasil pertandingan tidak bisa dilepaskan dari sejumlah keputusan pengadil lapangan yang dianggap merugikan tim mereka. Federasi secara terbuka mempertanyakan konsistensi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam beberapa momen penting sepanjang pertandingan.
Salah satu insiden yang paling disorot adalah dianulirnya gol Zico setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez. Tak hanya itu, gol penentu kemenangan Argentina juga memicu perdebatan karena kubu Mesir merasa Mohamed Salah lebih dahulu dijatuhkan dalam proses terciptanya gol tersebut.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, EFA mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan kepada FIFA. Fokus protes mereka tertuju pada kepemimpinan wasit serta penggunaan VAR yang dianggap gagal memberikan keputusan secara adil dalam beberapa momen krusial.
Menurut EFA, insiden-insiden tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai konsistensi penerapan hukum permainan di level tertinggi sepak bola dunia. Mereka menilai setiap keputusan yang diambil memiliki dampak langsung terhadap jalannya pertandingan dan hasil akhir.
“Beberapa insiden penting telah menimbulkan kekhawatiran serius dan meninggalkan pertanyaan mendalam tentang konsistensi dan keadilan dalam keputusan yang secara langsung mempengaruhi jalannya pertandingan,” tegas EFA.
Federasi Mesir juga mengungkapkan bahwa sejumlah analis dan pakar sepak bola, baik dari dalam maupun luar negeri, ikut menyoroti berbagai keputusan kontroversial yang muncul sepanjang laga. Karena itu, mereka menekankan pentingnya menjaga integritas, transparansi, dan rasa keadilan dalam setiap pertandingan, terlebih di ajang sebesar Piala Dunia.
Walau menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan wasit, EFA tetap menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi sportivitas. Mereka menilai setiap pemain yang mengenakan seragam Timnas Mesir berhak memperoleh perlakuan yang adil sesuai aturan permainan yang berlaku.
“Setiap pemain yang mengenakan seragam Mesir berhak mendapatkan keadilan, rasa hormat, dan penerapan hukum permainan secara setara,” tambahnya.
Bagi Mesir, kekalahan dari Argentina memang mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Namun, polemik mengenai kepemimpinan wasit dan penggunaan VAR dalam pertandingan tersebut dipastikan masih akan menjadi bahan perbincangan di dunia sepak bola internasional. (her)

















