INDOPOSCO.ID – Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino berpotensi menghadapi penyelidikan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Langkah itu mencuat setelah Infantino diduga melanggar prinsip netralitas politik serta menyalahgunakan wewenang dalam gelaran Piala Dunia 2026.
Organisasi hak asasi manusia bergerak di bidang olahraga, FairSquare akan mengajukan pengaduan tersebut kepada IOC terkait pelanggaran berulang terhadap aturan netralitas politik yang dilakukan Infantino.
FairSquare telah mengajukan pengaduan kepada Komite Etika FIFA pada Desember 2025 dengan mengutip sejumlah insiden yang melibatkan Infantino, termasuk pernyataan dukungan publiknya terhadap tindakan dan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Pengaduan tersebut juga meminta Komite Etika untuk menyelidiki peran Bapak Infantino dalam keputusan untuk memperkenalkan Penghargaan Perdamaian FIFA, keputusan untuk memberikannya kepada Presiden Trump serta kesesuaian proses-proses tersebut dengan aturan prosedural FIFA,” kata FairSquare seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (9/7/2026).
Pengaduan FairSquare menyatakan bahwa Infantino melanggar Pasal 15 Kode Etik FIFA, yang mengatur kewajiban netralitas. Aturan tersebut menekankan bahwa orang-orang yang terikat oleh kode etik tersebut wajib tetap netral secara politik dalam urusan resmi.
Jika ketentuan itu dilanggar maka dapat dikenai denda minimal 10.000 franc Swiss ($12.400) setara dengan sekitar Rp 223 juta dan larangan beraktivitas di bidang sepak bola selama maksimal 2 tahun.
Pengaduan tersebut juga meminta agar Komite Etika menyelidiki apakah keputusan memberikan Penghargaan Perdamaian kepada Trump pada acara pengundian Piala Dunia diambil oleh Dewan FIFA atau secara sepihak oleh Infantino.
“Jika Bapak Infantino bertindak secara sepihak dan tanpa wewenang hukum apa pun, hal ini harus dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang sangat parah,” ujar FairSquare.
FairSquare menyatakan, bahwa 50 anggota Parlemen Eropa telah mengirimkan surat kepada Komite Etika FIFA untuk menyatakan dukungan terhadap pengaduan terhadap Infantino.
FIFA baru-baru ini mencabut sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah Trump secara pribadi mendesak Infantino untuk meninjau ulang kasus tersebut. Alhasil, Balogun diizinkan bermain di babak 16 besar melawan Belgia, yang berakhir dengan kekalahan AS 4-1.
Presiden IOC Kirsty Coventry mengatakan bahwa pihaknya belum menerima pengaduan tersebut. Namun, jika laporan itu ada, kasusnya akan dipertimbangkan oleh Komisi Etika. “Tentu saja, jika ada, mereka akan menyelidikinya,” jelas Kirsty Coventry. (dan)

















