• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Biomassa Tak Sekadar Pengganti Batu Bara, PLN EPI Bangun Ekosistem Energi Berkelanjutan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05
in Ekonomi
Biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji kayu) sebagai bahan bakar untuk co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi. Foto: Dokumen PLN EPI

Biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji kayu) sebagai bahan bakar untuk co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi transisi energi nasional dengan membangun ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui pendekatan tersebut, biomassa tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti sebagian batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas lapangan kerja hijau, dan memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta, belum lama ini.

BacaJuga:

Citilink Bagikan Hadiah Undian Mobil dan Tiket Gratis untuk Pelanggan Setia

RUU PFII Resmi Digodok, Indonesia Bangun Kawasan Finansial Berstandar Dunia

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Akselerasi Transisi Energi Bersih

Menurut Hokkop, biomassa menjadi salah satu solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara cepat melalui program co-firing di PLTU. Dalam skema ini, sebagian kebutuhan batu bara digantikan dengan biomassa yang berasal dari residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah perkotaan.

“Batu bara dapat disubstitusi dengan tandan kosong kelapa sawit, cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, pelepah sawit, limbah kayu, hingga berbagai residu biomassa lainnya. Seluruh bahan tersebut diolah menjadi pelet biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pemetaan PLN EPI, Indonesia memiliki potensi biomassa yang layak dimanfaatkan mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun. Potensi terbesar berada di Sumatera sebesar 42,8 juta ton, disusul Kalimantan 18,9 juta ton, Jawa 13,1 juta ton, Sulawesi 5,1 juta ton, Papua-Maluku 1,9 juta ton, serta Bali-Nusa Tenggara sekitar 1,5 juta ton.

Potensi tersebut berasal dari limbah perkebunan kelapa sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Lebih dari sekadar menggantikan batu bara, PLN EPI menargetkan pembangunan rantai pasok bioenergi nasional yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem energi.

“Bioenergi bukan hanya mengganti batu bara. Yang kami bangun adalah ekosistem bioenergi dari desa hingga pembangkit listrik. Di dalamnya ada petani, koperasi, pelaku usaha, hingga industri yang bersama-sama memperoleh nilai tambah dari pemanfaatan biomassa,” jelas Hokkop.

Saat ini, PLN telah mengimplementasikan program co-firing biomassa di 52 PLTU dengan total kapasitas mencapai 18.154 megawatt (MW). Untuk mendukung operasional tersebut, dibutuhkan pasokan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun yang akan dipenuhi secara bertahap melalui penguatan rantai pasok biomassa nasional.

Selain biomassa padat, PLN EPI juga terus mengembangkan berbagai bentuk bioenergi lain sebagai bagian dari diversifikasi energi primer nasional. Produk yang dikembangkan meliputi biochar, compressed biomethane gas (CBG), biohidrogen, hingga pemanfaatan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif pembangkit listrik.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029, ditargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 12,22 gigawatt (GW). Program tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp1.682 triliun dan berpotensi menciptakan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau (green jobs).

Melalui pengembangan bioenergi yang terintegrasi, PLN EPI menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas bauran energi primer sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Keberhasilan program tersebut, menurut Hokkop, sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi biomassa nasional menjadi sumber energi yang andal dan bernilai ekonomi tinggi.

Dengan ekosistem bioenergi yang terus diperkuat, PLN EPI optimistis biomassa akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya target transisi energi menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan. (rmn)

Tags: BioenergibiomassaEkosistem Energi BerkelanjutanKetahanan Energipln epi

Berita Terkait.

Citilink Bagikan Hadiah Undian Mobil dan Tiket Gratis untuk Pelanggan Setia
Ekonomi

Citilink Bagikan Hadiah Undian Mobil dan Tiket Gratis untuk Pelanggan Setia

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:25
RUU PFII Resmi Digodok, Indonesia Bangun Kawasan Finansial Berstandar Dunia
Ekonomi

RUU PFII Resmi Digodok, Indonesia Bangun Kawasan Finansial Berstandar Dunia

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:05
Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Akselerasi Transisi Energi Bersih
Ekonomi

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Akselerasi Transisi Energi Bersih

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:33
Catat Laba Rp143 Miliar, PDC Dapat Mandat Percepat Transformasi Bisnis
Ekonomi

Catat Laba Rp143 Miliar, PDC Dapat Mandat Percepat Transformasi Bisnis

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:06
Ekonomi

Pegadaian dan Universitas Andalas Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:41
Menkop
Ekonomi

Menkop dan Agrinas Palma Sinergi Bangun Ekosistem Sawit Berbasis Koperasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:26

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1646 shares
    Share 658 Tweet 412
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2139 shares
    Share 856 Tweet 535
  • Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi
Olahraga

Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Editor Ali Rachman
Jumat, 3 Juli 2026 - 13:02

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Portugal Goncalo Ramos memuji memuji kekuatan mental serta kualitas timnya setelah membungkam Kroasia 2-1 pada babak...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Portugal Singkirkan Kroasia untuk Tantang Spanyol

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Portugal Singkirkan Kroasia untuk Tantang Spanyol

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:52
Hasil Piala Dunia: Babat Austria, Spanyol Melenggang ke 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Babat Austria, Spanyol Melenggang ke 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:11
Ronaldo

Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:36
Belgia

Belgia Menang Kontroversial di Babak Gugur Piala Dunia, Pelatih Senegal Tetap Legawa

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:02
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.