INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan fleksibilitas dalam latihan pembekalan bela negara dan manajerial bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), dengan mengizinkan penggunaan ponsel pada waktu-waktu tertentu.
Langkah itu dilakukan setelah menghapus latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta program SPPI calon pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) akibat kematian lima peserta.
“Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis peserta serta aspirasi dari keluarga penyelenggara juga memberikan kebijakan penggunaan telepon genggam pada waktu-waktu yang telah ditentukan,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo dalam keterangan video secara daring di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan itu merupakan bentuk kepercayaan kepada peserta telepon genggam diharapkan digunakan untuk menjaga komunikasi positif dengan keluarga.
“Memberi kabar yang baik serta memperkuat semangat peserta selama mengikuti pembekalan,” ujar Rico.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk menerima kiriman barang dari keluarga sesuai mekanisme yang diatur oleh masing-masing satuan pendidikan.
“Kiriman barang untuk menjaga moril peserta tanpa menimbulkan kesenjangan bagi peserta lainnya,” jelas Rico.
Selain itu, aspek kesehatan peserta diperkuat melalui pemantauan harian profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan bagi peserta yang memiliki faktor risiko, serta penguatan mekanisme pelaporan keluhan dan rujukan medis.
“Peserta dengan kondisi tertentu juga diberikan perhatian khusus agar tidak dibebani aktivitas yang melebihi kemampuan kesehatannya,” imbuhnya.
Namun demikian esensi pembekalan tetap dijaga yaitu membentuk calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintergritas, disiplin memiliki jiwa kepemimpinan, semangat bela negara, serta siap mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. (dan)


















