• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indonesia–Jepang Perkuat Standar Alat Kesehatan ASEAN, Regulasi Adaptif Jadi Fokus Utama

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 1 Juli 2026 - 11:21
in Nasional
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof. Silvia Surini (dua dari kanan) bersama sejumlah narasumber memberikan keterangan pers di sela acara ASEAN–Japan Medical Devices Regulatory (MDR) Symposium 2026 di Jakarta, Selasa (30/6/2026)/Herry Rosadi - INDOPOSCO

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof. Silvia Surini (dua dari kanan) bersama sejumlah narasumber memberikan keterangan pers di sela acara ASEAN–Japan Medical Devices Regulatory (MDR) Symposium 2026 di Jakarta, Selasa (30/6/2026)/Herry Rosadi - INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia kembali mengambil peran penting dalam penguatan sistem kesehatan regional melalui penyelenggaraan ASEAN–Japan Medical Devices Regulatory (MDR) Symposium 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Pertemuan ini menjadi momentum bagi negara-negara ASEAN dan Jepang untuk menyatukan langkah menghadapi percepatan inovasi teknologi kesehatan yang menuntut sistem regulasi semakin adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Forum tersebut mempertemukan regulator, akademisi, pelaku industri, hingga organisasi profesi dalam satu ruang kolaborasi guna membahas arah pengembangan regulasi alat kesehatan di kawasan. Seiring munculnya berbagai teknologi medis terbaru, harmonisasi kebijakan dinilai menjadi fondasi penting agar proses pengawasan, perizinan, hingga distribusi alat kesehatan dapat berjalan lebih efektif di seluruh negara ASEAN.

BacaJuga:

Lanjutkan Peninjauan, Mendagri Tito Sampaikan Bantuan Duka di Desa Waekokak, Nagekeo

Dorong Dosen dan Mahasiswa Berinovasi, USNI Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual

Sekjen Kemendagri Minta Daerah Segera Intervensi Kenaikan Harga Beras

Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga dan antarnegara menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi.

“Penguatan kapasitas regulator dan kerja sama lintas negara menjadi kebutuhan yang semakin penting guna menjamin perlindungan masyarakat sekaligus mendorong inovasi sektor Kesehatan,” kata Jeffri kepada awak media di sela acara ASEAN–Japan Medical Devices Regulatory (MDR) Symposium 2026.

Menurutnya, penyelarasan regulasi bukan sekadar menyamakan standar administrasi, tetapi juga memastikan masyarakat di kawasan memperoleh akses terhadap alat kesehatan yang aman, berkualitas, dan sesuai perkembangan teknologi.

Komitmen serupa datang dari kalangan akademisi. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof. Silvia Surini, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia sekaligus memperkuat riset yang mampu mengikuti laju inovasi di bidang kesehatan.

Ia menekankan bahwa hubungan antara dunia pendidikan, regulator, dan industri harus terus diperkuat agar pengembangan teknologi kesehatan dapat berjalan seiring dengan kesiapan regulasinya.

“Forum seperti ini sangat penting untuk memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan teknologi kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, regulator, dan industri,” ujar Silvia.

Dari sisi mitra internasional, Jepang memandang kerja sama regional sebagai kunci dalam membangun sistem pengawasan alat kesehatan yang lebih tangguh. Chargé d’Affaires ad interim Jepang untuk ASEAN, Chujo Kazuo, mengatakan perkembangan teknologi menuntut setiap negara untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.

“Karena itu, pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarlembaga menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan Kawasan,” tutur Chujo.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Executive Director Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) Jepang, Hiraiwa Masaru. Ia menjelaskan bahwa PMDA terus berupaya mempererat hubungan teknis dengan regulator di negara-negara ASEAN melalui berbagai program peningkatan kapasitas.

“PMDA terus mendukung peningkatan kapasitas regulator melalui berbagai program pelatihan, pertukaran pengalaman, dan kerja sama pengawasan alat Kesehatan,” jelas Hiraiwa.

Dukungan terhadap penguatan regulasi juga datang dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Senior Representative JICA, Matsuda Hiroyuki, menilai sistem regulasi yang kuat menjadi salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis yang aman.

“ASEAN–Japan MDR Symposium 2026 merupakan bagian dari program kerja sama ASEAN–Jepang yang didukung oleh Japan–ASEAN Integration Fund (JAIF) dan JICA,” tambah Matsuda.

Tak hanya menghadirkan sesi simposium, rangkaian kegiatan juga diisi seminar teknis yang melibatkan regulator alat kesehatan dari berbagai negara ASEAN. Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, mulai dari harmonisasi regulasi, pengawasan pascapemasaran, penerapan sistem manajemen mutu, perkembangan Software as a Medical Device (SaMD), hingga penguatan kapasitas regulator dalam merespons inovasi teknologi kesehatan yang berkembang semakin cepat.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, regulator, industri, serta mitra pembangunan internasional, Indonesia dan Jepang berharap tercipta sistem regulasi alat kesehatan yang semakin selaras di kawasan ASEAN.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas pengawasan lintas negara, mempercepat akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan yang aman dan inovatif, sekaligus mendorong lahirnya ekosistem inovasi kesehatan yang berkelanjutan di tingkat regional. (her)

Tags: ASEAN–Japan MDR Symposium 2026Kementerian Kesehatan RIRegulasi Alat Kesehatan

Berita Terkait.

Tito
Nasional

Lanjutkan Peninjauan, Mendagri Tito Sampaikan Bantuan Duka di Desa Waekokak, Nagekeo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:07
Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta
Nasional

Dorong Dosen dan Mahasiswa Berinovasi, USNI Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:15
Mendagri Dorong Pemda NTT Percepat Pendataan Sekolah dan Rumah Ibadah Rusak Akibat Gempa
Nasional

Sekjen Kemendagri Minta Daerah Segera Intervensi Kenaikan Harga Beras

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:27
Mendagri Dorong Pemda NTT Percepat Pendataan Sekolah dan Rumah Ibadah Rusak Akibat Gempa
Nasional

Mendagri Dorong Pemda NTT Percepat Pendataan Sekolah dan Rumah Ibadah Rusak Akibat Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:17
ui
Nasional

Rayakan HUT ke-81 RI, Mapala UI Kobarkan Semangat Kemerdekaan dengan Beragam Cara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:42
rini
Nasional

Kemerdekaan di Tengah Bencana, Pemerintah Ajak Bangsa Saling Menguatkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:12

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3228 shares
    Share 1291 Tweet 807
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3871 shares
    Share 1548 Tweet 968
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.