INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengapresiasi kiprah Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pasalnya, koperasi ini menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat di Lombok Timur lantaran mayoritas masyarakatnya, khususnya ibu rumah tangga (IRT), mengandalkan koperasi ini untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usahanya.
Wamenkop menilai bahwa koperasi yang sehat, amanah, dan patuh terhadap segala ketentuan perkoperasian akan menjadi tumpuan masyarakat dalam mengatasi persoalan finansial. Namun, ia menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dibangun melalui tata kelola yang baik dan layanan yang nyata dirasakan anggota.
“Kuncinya dua hal. Satu, pengurusnya (koperasi) amanah. Dua, anggotanya percaya,” kata Wamenkop Farida dalam sambutannya pada kunjungan kerja ke Lombok Timur, Minggu (27/6).
Dengan dana kelolaan simpanan anggota mencapai Rp16,5 miliar dan aset sekitar Rp25 miliar, Wamenkop Farida menilai Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani layak mendapat apresiasi. Tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat di Lombok Timur terhadap koperasi ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan aset hingga mencapai Rp100 miliar dalam waktu yang tidak lama.
“Inilah kekuatan koperasi. Mungkin yang kita punya sedikit, tetapi ketika itu dikumpulkan sedikit demi sedikit maka menjadi modal besar. Modal besar ini kalau dikelola secara amanah oleh pengurusnya, kemudian menjadi berlipat ganda,” ucapnya.
Wamenkop berharap praktik baik seperti yang dilakukan koperasi tersebut dapat ditularkan ke lebih banyak masyarakat. Koperasi tetap menjadi lembaga ekonomi yang masih dapat dipercaya, berbeda dengan praktik investasi bodong yang sering mengatasnamakan koperasi.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tergoda iming-iming bunga tinggi yang ditawarkan lembaga-lembaga yang mengatasnamakan koperasi.
Ia kemudian mengaitkan hal ini dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas pemerintah. Program tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperluas akses pembiayaan di setiap desa sekaligus menghilangkan praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal di tengah masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menyebarkan informasi positif tentang koperasi.
Sebagai penutup, Wamenkop Farida memohon dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat, agar koperasi benar-benar dapat memberikan manfaat nyata.
“Mohon doanya agar koperasi bisa terus memberikan dampak kepada masyarakat, terutama kepada Bapak Ibu semua, agar kehadiran pemerintah melalui KDKMP benar-benar dirasakan manfaatnya,” ucap Wamenkop. (srv)
















