• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ubah Stigma Jadi Percaya Diri, Kampanye Edukasi Mata Juling JEC Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 25 Juni 2026 - 18:28
in Gaya Hidup
Jajaran

Kiri ke kanan : Business Contract Manager and Sales JEC Group, Dicky Taruna; Chief Operating Officer of MCorp, Iwan Setiawan; dan PR Manager JEC Group, Ichramsyah. Foto: Dokumen JEC Group

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya mengubah stigma menjadi harapan membuahkan hasil. JEC Eye Hospitals & Clinics berhasil meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Impactful Omnichannel Social Campaign, berkat kampanye edukasi bertajuk “Strabismus: From Stigma to Confidence.” Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen JEC dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai strabismus atau mata juling melalui pendekatan komunikasi yang terintegrasi, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan publik.

Selama ini, strabismus atau mata juling masih kerap dipandang sebatas persoalan estetika. Tidak sedikit masyarakat yang menganggap kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Padahal, anggapan itu keliru.

BacaJuga:

Stray Kids Cetak Penjualan Fantastis, ‘THIS & THAT’ Tembus 1,83 Juta Kopi di Hari Pertama

3 Member SEVENTEEN Segera Wamil, Mingyu Berangkat September Disusul Seungkwan dan Dino

Jisoo BLACKPINK Akhirnya Buka Suara soal Kontroversi Perayaan 10 Tahun Debut

Secara medis, strabismus merupakan kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar, yang dapat dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini berpotensi mengganggu fungsi penglihatan, mulai dari kemampuan melihat secara tiga dimensi, memperkirakan jarak, hingga meningkatkan risiko ambliopia atau mata malas.

Melalui kampanye “Strabismus: From Stigma to Confidence,” JEC berupaya mengedukasi masyarakat, terutama para orang tua, agar lebih peka terhadap tanda-tanda awal mata juling pada anak.

Pada bayi, posisi mata yang tampak belum sejajar memang bisa terjadi akibat koordinasi saraf mata yang belum matang. Namun, jika kondisi tersebut masih menetap setelah usia enam bulan, orang tua dianjurkan segera memeriksakan anak ke dokter mata.

Deteksi dini menjadi faktor penting untuk mengetahui penyebab strabismus secara akurat, baik akibat gangguan otot mata, saraf, faktor genetik, maupun kelainan refraksi seperti mata minus, plus, atau silinder yang tidak terkoreksi.

Menariknya, gejala mata juling tidak selalu terlihat setiap saat. Pada sebagian kasus, kondisi ini tampak terus-menerus. Namun pada kasus lain, gejala hanya muncul sesekali, misalnya ketika anak lelah, mengantuk, melamun, atau sedang kurang sehat.

Ada pula kasus strabismus yang nyaris tak terlihat dalam aktivitas sehari-hari dan baru terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang lebih detail. Karena itu, edukasi menjadi krusial agar masyarakat tidak menunggu hingga gejala memburuk atau mulai mengganggu aktivitas anak.

Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group, mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi JEC untuk terus memperluas edukasi kesehatan mata di Indonesia.

“Penghargaan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memperluas edukasi kesehatan mata kepada masyarakat. Melalui kampanye strabismus ini, JEC ingin mengajak orang tua dan masyarakat memahami bahwa mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa,” ujarnya.

Menurutnya, semakin dini kondisi ini diketahui, semakin besar peluang pasien terutama anak-anak untuk mendapatkan penanganan optimal.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, JEC menjalankan kampanye ini melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, platform digital, seminar kesehatan mata, talkshow radio, podcast, publikasi media, hingga aktivitas offline seperti skrining mata dan program operasi mata juling gratis.

Strategi omnichannel tersebut membuat pesan edukasi hadir secara konsisten di berbagai titik interaksi masyarakat, sehingga informasi mengenai strabismus lebih mudah diakses dan dipahami.

Di sisi layanan medis, JEC menerapkan tata laksana strabismus secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Pemeriksaan komprehensif menjadi langkah awal untuk menentukan penyebab utama.

Pada beberapa kasus, penggunaan kacamata sudah cukup membantu memperbaiki fokus dan posisi mata. Sementara pada kondisi lain, dokter dapat merekomendasikan terapi patching untuk melatih mata yang lebih lemah, vision therapy untuk meningkatkan koordinasi otot dan saraf mata, hingga tindakan operasi apabila diperlukan.

Dampak kampanye ini juga terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi mata lebih dini. Berdasarkan data JEC, tindakan penanganan strabismus meningkat 29 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa edukasi yang berkelanjutan mampu mendorong masyarakat lebih berani mencari informasi, melakukan pemeriksaan, dan memahami pilihan terapi yang tersedia.

“Bagi kami, edukasi kesehatan mata tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kualitas penglihatan. Kami berharap kampanye ini dapat terus mendorong deteksi dini, mengurangi stigma, dan membantu lebih banyak pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya,” tambah Prof. Tjahjono.

Penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 menjadi pengingat bahwa edukasi kesehatan mata harus terus dilakukan secara konsisten, terutama untuk kondisi yang masih sering disalahpahami seperti strabismus.

Dengan dukungan layanan klinis terintegrasi serta jaringan 16 cabang di Jabodetabek dan berbagai wilayah Indonesia, JEC terus memperluas akses masyarakat terhadap informasi, pemeriksaan, dan penanganan kesehatan mata yang tepat.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui pengembangan JEC Bali @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang mengusung konsep Blue Hospital mengintegrasikan lingkungan penyembuhan yang nyaman, teknologi medis modern, serta sistem bangunan yang efisien dan berkelanjutan.(ibs)

Tags: JEC Eye Hospitals & ClinicskesehatanOMNI Brands of the Year 2026penghargaan

Berita Terkait.

Straykids
Gaya Hidup

Stray Kids Cetak Penjualan Fantastis, ‘THIS & THAT’ Tembus 1,83 Juta Kopi di Hari Pertama

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:33
Seventeen
Gaya Hidup

3 Member SEVENTEEN Segera Wamil, Mingyu Berangkat September Disusul Seungkwan dan Dino

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:21
Jisoo
Gaya Hidup

Jisoo BLACKPINK Akhirnya Buka Suara soal Kontroversi Perayaan 10 Tahun Debut

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:00
Eric
Gaya Hidup

Eric THE BOYZ Resmi Gabung Agensi Baru, Siap Tunjukkan Sisi Berbeda dalam Karier Solo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:08
Sate
Gaya Hidup

Rayakan HUT RI ke-81, Oakwood PIK dan HARRIS Puri Mansion Sajikan 10 Sate Nusantara dari Sabang hingga Merauke

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:23
min
Gaya Hidup

Namkoong Min Temani Lee Seol dalam Momen Penuh Emosi di Teaser Terbaru “The Husband”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:31

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2206 shares
    Share 882 Tweet 552
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.