INDOPOSCO.ID – Wacana penghapusan regulasi pemain U-23 pada Super League 2026/27 tidak membuat Arlyansyah Abdulmanan kehilangan kepercayaan diri. Penyerang muda Persija Jakarta itu justru melihat perubahan tersebut sebagai tantangan yang harus dijawab melalui performa dan kerja keras.
Selama beberapa musim terakhir, aturan pemain U-23 menjadi salah satu jalur bagi talenta muda untuk memperoleh kesempatan tampil di kompetisi kasta tertinggi. Setiap klub diwajibkan mendaftarkan sedikitnya lima pemain U-23 dan memainkan satu pemain muda sejak menit awal dengan durasi minimal satu babak.
Namun bagi Arlyansyah, peluang untuk berada di lapangan tidak seharusnya bergantung pada regulasi semata. Pemain berusia 20 tahun itu yakin dirinya tetap mampu bersaing dengan para pemain lain di skuad Macan Kemayoran.
“Saya masih percaya diri bisa bersaing dengan pemain-pemain Persija lainnya. Saya tidak takut bersaing meski tanpa aturan itu,” kata Arly dalam keterangan resmi klub, Rabu (24/6/2026).
Musim lalu menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya bersama Persija. Arly mencatatkan 15 penampilan sepanjang kompetisi dan menjadi bagian dari kelompok pemain muda yang mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih.
Selain Arly, beberapa nama muda lain seperti Aditya Warman, Rayhan Hannan, dan Dony Tri Pamungkas juga memperoleh menit bermain yang cukup signifikan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kesempatan tampil tidak hanya hadir karena tuntutan regulasi, tetapi juga berkat kualitas yang mampu ditunjukkan di lapangan.
Menghadapi musim baru, Arlyansyah memilih fokus meningkatkan kemampuan diri. Kehadiran Shin Tae-yong di kursi pelatih menjadi motivasi tambahan baginya untuk terus berkembang dan memperjuangkan posisi di tim utama.
Penyerang muda tersebut bertekad memanfaatkan setiap sesi latihan sebagai ajang pembuktian agar mampu bersaing dalam atmosfer kompetitif yang diperkirakan semakin ketat.
“Saya akan terus berlatih dengan maksimal agar bisa menjadi pilihan utama di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong,” tutupnya.
Dengan potensi berakhirnya regulasi pemain U-23, persaingan di dalam skuad dipastikan akan semakin terbuka. Namun bagi Arlyansyah, situasi itu bukan alasan untuk cemas. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa tempat di tim utama harus diraih lewat kualitas dan konsistensi. (her)
















