INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menilai Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi kebijakan yang memiliki nilai strategis sekaligus kemanusiaan yang tinggi.
Menurutnya, esensi program tersebut tidak menjadi persoalan utama, sementara sorotan publik selama ini lebih banyak tertuju pada aspek pelaksanaan di lapangan.
Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official, Faisol menjelaskan bahwa MBG memiliki pijakan filosofis yang kuat, termasuk dari perspektif nilai-nilai agama yang menempatkan negara sebagai pihak yang berkewajiban melindungi kelompok rentan seperti masyarakat miskin, perempuan, dan anak-anak.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah catatan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait tata kelola dan mekanisme implementasi program.
“Saya yakin bahkan yang mengkritik pun mungkin merasa bahwa pada dasarnya MBG bukan program yang salah, tetapi yang selama ini disoroti adalah pengelolaan, manajemen, tata kelola, proses, verifikasi, kualitas, dan seterusnya,” ujar Faisol.
Ia pun menyambut langkah evaluasi yang tengah dilakukan pemerintah untuk menyempurnakan pelaksanaan MBG. Menurut Faisol, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, untuk melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk menelaah dampak fiskal yang timbul dari pelaksanaan program tersebut.
“Sekarang Presiden sedang menugaskan kepala BGN yang baru untuk memperbaiki seluruhnya, mengevaluasi, termasuk misalnya beban fiskal yang kemudian ditanggung oleh negara,” kata Faisol.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa evaluasi merupakan hal yang wajar dalam sebuah program berskala nasional. Namun, ia berpandangan urgensi MBG sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tidak perlu diperdebatkan lagi.
“MBG tentu akan dievaluasi, tapi bahwa program MBG adalah program yang sangat penting bagi kita, saya kira tidak ada terlalu banyak perdebatan,” lanjutnya.
Selain aspek tata kelola, Faisol juga menyoroti pentingnya penyesuaian menu yang disajikan dalam program MBG. Ia menilai kebutuhan gizi masyarakat terus berkembang sehingga variasi makanan yang diberikan kepada anak-anak harus mampu mendukung proses tumbuh kembang mereka secara optimal.
“MBG dengan variasi menu yang sudah dibuat untuk anak-anak pasti akan sangat berguna pada masa pertumbuhan mereka,” tambahnya.
Dengan evaluasi yang sedang berlangsung, pemerintah diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan MBG sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda dapat tercapai secara lebih optimal. (her)

















