INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pembangunan Kota Subulussalam, Aceh. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bacin di Balai Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, Senin (11/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rasyid menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi. Salah satunya terkait minimnya infrastruktur jalan dan keterbatasan jaringan komunikasi.
Menurut Rasyid, fasilitas pendidikan di sejumlah kawasan transmigrasi juga masih membutuhkan pembenahan. Selain itu, terdapat persoalan penyerobotan lahan milik transmigran yang perlu segera diselesaikan.
“Juga adanya penyerobotan lahan milik transmigran,” ujar Rasyid.
Ia menjelaskan, program transmigrasi yang berlangsung sejak 1982/1983 telah memberikan dampak terhadap pengembangan potensi sumber daya alam di Subulussalam. Para transmigran yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta mayoritas berprofesi sebagai petani kelapa sawit.
Produksi kelapa sawit beserta produk turunannya kini menjadi salah satu komoditas unggulan Subulussalam. Selain kelapa sawit, daerah tersebut juga memiliki potensi perkebunan cengkih.
Rasyid berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan Subulussalam. Salah satu harapannya adalah pembangunan sekolah dan perguruan tinggi unggulan, termasuk Sekolah Garuda dan Universitas Republik Indonesia (URI).
“Lahan sudah kami siapkan,” ungkapnya.
Karena itu, Rasyid meminta dukungan Viva Yoga agar berbagai rencana pembangunan tersebut dapat direalisasikan.
“Kami meminta dukungan dan perhatian dari Bapak Wamen,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Viva Yoga menyambut baik kunjungan Wali Kota Subulussalam. Ia menilai keberadaan transmigran sejak era Presiden Soeharto telah menciptakan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Subulussalam.
“Warga transmigran telah mewarnai berbagai sendi kehidupan di Subulussalam,” ujar Viva Yoga.
Menurutnya, warga transmigran tidak hanya berkontribusi dalam sektor ekonomi, tetapi juga telah terlibat dalam berbagai aktivitas penting, termasuk politik lokal.
Viva Yoga menilai persatuan masyarakat yang terbentuk di Subulussalam merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan daerah.
“Persatuan dan kesatuan inilah yang seperti diharapkan Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.
Ia memastikan Kementrans siap mendukung pembangunan Subulussalam, khususnya di kawasan transmigrasi. Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah perkebunan kelapa sawit.
Viva Yoga mengatakan, produksi kelapa sawit dan industri turunannya perlu terus diperkuat agar memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi para petani.
Untuk mendorong investasi, Kementrans akan mengoordinasikan potensi tersebut dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
“Beberapa waktu yang lalu, pengurus Kadin berkunjung ke kantor Kementrans untuk menjajaki menanamkan investasi di kawasan-kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Menurutnya, rencana investasi Kadin tersebut dapat diarahkan ke kawasan transmigrasi di Subulussalam sehingga potensi ekonomi daerah bisa berkembang lebih optimal.
Sementara terkait kondisi sekolah di kawasan transmigrasi, Viva Yoga menyebut Kementrans telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah.
“Target Kementrans ada 1.000 sekolah yang perlu dibangun atau direhabilitasi. Akan kita masukkan sekolah di Subulussalam yang perlu dibangun atau direhabilitasi,” katanya.
Adapun terkait persoalan penyerobotan lahan transmigran, Viva Yoga meminta pemerintah daerah segera menyampaikan laporan yang dilengkapi bukti dan data secara rinci agar dapat ditindaklanjuti.
Ia menegaskan, Kementrans memiliki program unggulan Trans Tuntas yang salah satunya diarahkan untuk menyelesaikan konflik pertanahan di kawasan transmigrasi.
“Kementrans memiliki program unggulan, Trans Tuntas,” tegas Viva Yoga. (srv)





















