• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Biomassa RI Capai 80 Juta Ton, PLN EPI Dorong Hilirisasi untuk Ketahanan Energi Nasional

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:11
in Ekonomi
hokkop

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir dalam audiensi dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan bioenergi akan menjadi salah satu pilar utama ketahanan energi nasional sekaligus motor penggerak transisi energi menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Untuk mewujudkan hal tersebut, PLN EPI menargetkan penyerapan biomassa mencapai 10 juta ton pada 2030, hampir tiga kali lipat dibanding target tahun 2026 sebesar 3,65 juta ton.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, dalam audiensi bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, namun pemanfaatannya untuk kebutuhan domestik masih jauh dari optimal.

BacaJuga:

Modernisasi 1.920 SPBU, Pertamina Patra Niaga Perkuat Kenyamanan Pelanggan dan Jamin Kualitas BBM

Era Baru Pemanfaatan Gas Natuna Dimulai, Infrastruktur WNTS-Pemping Capai Milestone Penting

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

Hokkop mengungkapkan potensi biomassa nasional yang berasal dari limbah agro mencapai sekitar 80 juta ton per tahun. Namun hingga saat ini, baru sekitar 20 juta ton yang dimanfaatkan, sementara sebagian besar justru terserap untuk kebutuhan ekspor dan industri.

“Pada 2025, PLN hanya menyerap sekitar 2,35 juta ton biomassa untuk kebutuhan pembangkit. Sementara ekspor biomassa sudah mencapai sekitar 8,5 juta ton dan sisanya digunakan sektor industri. Ini menunjukkan potensi bioenergi nasional masih sangat besar untuk dioptimalkan bagi kepentingan domestik,” katanya.

Pengembangan biomassa menjadi semakin strategis mengingat pemerintah telah menetapkan energi baru terbarukan sebagai tulang punggung sistem energi masa depan melalui PP Nomor 40 Tahun 2025. Dalam skenario transisi energi nasional, biomassa diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi utama bersama tenaga surya dan gas bumi.

Anggota Dewan Energi Nasional, Johni Jonathan Numberi, menilai pemanfaatan biomassa melalui skema cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menjadi solusi realistis untuk menurunkan emisi tanpa mengganggu keandalan sistem kelistrikan nasional.

“PLTU kita rata-rata masih memiliki umur operasi yang panjang. Karena itu, cofiring biomassa menjadi langkah penting untuk mengurangi emisi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional,” ujarnya.

Menurut PLN EPI, pencapaian target penyerapan 10 juta ton biomassa pada 2030 berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hampir Rp4 triliun serta menurunkan emisi karbon hingga sekitar 11 juta ton karbon ekuivalen. Selain manfaat lingkungan, program tersebut juga diproyeksikan menciptakan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, setiap pemanfaatan 100 ribu ton biomassa per tahun dapat melibatkan sekitar 500 petani dan 18 kelompok tani. Program ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat hingga Rp450 ribu per bulan.

Saat ini PLN EPI telah mengembangkan fasilitas produksi biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis melalui kolaborasi dengan petani, koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta mitra swasta. Untuk memenuhi kebutuhan biomassa tahun lalu, perusahaan bekerja sama dengan sekitar 150 mitra di berbagai daerah.

Tidak hanya biomassa, PLN EPI juga mulai mempercepat pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) yang berasal dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Indonesia memiliki hampir 3 ribu pabrik kelapa sawit yang menghasilkan sekitar 130 juta metrik ton POME setiap tahun.

Hokkop menjelaskan uji coba pemanfaatan CBG pada salah satu pembangkit milik PT Nusantara Power menunjukkan hasil yang menjanjikan. Ke depan, CBG diharapkan dapat menggantikan sebagian kebutuhan energi pada pembangkit berbasis gas.

“Kami berharap kalau biomassa bisa menggantikan sekitar 10 persen kebutuhan energi PLTU, maka CBG juga bisa menggantikan sekitar 10 persen kebutuhan energi di PLTG, PLTMG maupun PLTGU,” ucapnya.

PLN EPI juga mulai mengembangkan biohidrogen sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menangkap peluang pasar energi bersih global. Dengan ketersediaan biomassa dan limbah organik yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pemain penting dalam industri biohidrogen di masa depan.

Secara keseluruhan, PLN EPI memperkirakan pengembangan bioenergi hingga 2030 dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp5,1 triliun, tambahan penerimaan negara sebesar Rp670 miliar, pemanfaatan limbah hingga 20 juta ton, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau.

Meski demikian, pengembangan industri bioenergi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kepastian harga dan penguatan ekosistem industri. Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN EPI mengusulkan pembentukan Indonesian Bioenergy Index (IBI) sebagai acuan harga nasional bioenergi yang independen dari harga energi fosil.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari DEN. Dalam audiensi tersebut, DEN menyampaikan tiga langkah strategis percepatan pengembangan industri bioenergi nasional, yakni mendorong dukungan kebijakan lintas sektor termasuk kajian pembentukan Indonesian Bioenergy Index, mempercepat sinkronisasi pembangunan infrastruktur energi dan logistik biomassa, serta membentuk forum koordinasi strategis dari hulu hingga hilir.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi bioenergi nasional. Dengan sumber daya yang melimpah dan dukungan kebijakan yang tepat, bioenergi berpeluang menjadi penggerak utama ketahanan energi, ekonomi hijau, sekaligus akselerator pencapaian target NZE Indonesia pada 2060. (rmn)

Tags: BioenergibiomassahilirisasiKetahanan Energipln epi

Berita Terkait.

pertamina
Ekonomi

Modernisasi 1.920 SPBU, Pertamina Patra Niaga Perkuat Kenyamanan Pelanggan dan Jamin Kualitas BBM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:10
epi
Ekonomi

Era Baru Pemanfaatan Gas Natuna Dimulai, Infrastruktur WNTS-Pemping Capai Milestone Penting

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:02
bc2
Ekonomi

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:11
driling
Ekonomi

Profesionalisme Jadi Kunci, Pertamina Drilling Bekali Mahasiswa PNJ Hadapi Persaingan Industri

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:20
bc
Ekonomi

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:37
Kinerja Andal Rig PDSI#11.2 Dorong Tambahan Produksi Minyak di Papua Barat Daya
Ekonomi

PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Rumah Tangga lewat Program Bedah Dapur GasKita 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7137 shares
    Share 2855 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1034 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
lesu
Piala Dunia 2026

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Editor Ali Rachman
Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Amerika Serikat memetik kemenangan krusial 2-0 atas Timnas Australia dalam pertandingan kedua Grup D Piala...

SelengkapnyaDetails
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.