INDOPOSCO.ID – BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 kembali menegaskan bahwa olahraga merupakan ruang yang terbuka bagi siapa saja. Komitmen itu terlihat melalui keikutsertaan pelari disabilitas binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada kategori 5K yang mendapat pendampingan langsung dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Selain Menkes Budi Gunadi Sadikin, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, Direktur Information Technology Tan Jacky Chen, Direktur Operations I Nyoman Sugiri Yasa, Direktur Corporate Banking Helmy Afrisa Nugroho, serta 10 nasabah setia BTN turut berperan sebagai guide runner yang mendampingi peserta hingga garis akhir.
Usai menuntaskan lomba 5K, Budi menilai partisipasi pelari disabilitas menjadi bukti bahwa olahraga lari dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Lari adalah olahraga yang inklusif, murah, dan sehat karena bisa dilakukan siapa saja. Teman-teman pelari disabilitas telah menunjukkan semangat luar biasa. Mereka membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak, berjuang, dan mencapai garis finis,” ujar Budi.
Menurutnya, makin maraknya ajang lari juga berdampak positif terhadap perubahan gaya hidup masyarakat yang kini semakin aktif berolahraga.
“Sekarang banyak masyarakat mulai suka lari. Ada yang memang serius latihan, ada juga yang awalnya ikut tren atau FOMO. Tidak masalah, yang penting masyarakat mulai bergerak. Dengan olahraga rutin, kita bisa menjaga kebugaran tubuh dan membuat tubuh lebih sehat,” tambahnya.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, kehadiran pelari disabilitas di BTN JAKIM 2026 mencerminkan komitmen perseroan dalam menghadirkan ajang yang setara dan dapat diikuti semua kalangan.
“Menjadi guide runner bagi pelari disabilitas memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Kami tidak hanya berlari bersama, tetapi juga mendukung perjuangan dan semangat mereka di setiap langkah. Mereka menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah adalah nilai yang dapat menginspirasi kita semua,” jelasnya.
Setiyo menambahkan, langkah tersebut merupakan kelanjutan dari inisiatif BTN yang sebelumnya menggelar BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity bersama atlet paralimpik di Solo.
“BTN JAKIM kami hadirkan sebagai lomba lari yang inklusif dan ramah untuk siapa saja, baik pelari profesional, komunitas lari, pelari pemula, masyarakat umum, maupun pelari disabilitas. Semangat inilah yang sejalan dengan penerapan ESG BTN, khususnya pada aspek sosial, yaitu menghadirkan dampak positif dan kesempatan yang setara bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, mengapresiasi dukungan BTN yang dinilai membuka kesempatan lebih luas bagi atlet dan pelari disabilitas untuk tampil di panggung olahraga nasional.
“Kolaborasi seperti BTN JAKIM dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem olahraga disabilitas yang berkelanjutan,” ungkapnya.
BTN juga terus memperkuat dukungannya melalui penyediaan sarana dan prasarana bagi atlet paralimpik serta mendorong partisipasi pelari disabilitas dalam berbagai kegiatan olahraga. Tahun ini, BTN JAKIM diikuti lebih dari 45 ribu peserta dari dalam dan luar negeri, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism dan mengampanyekan budaya hidup sehat yang inklusif.(her)











