INDOPOSCO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyiapkan langkah antisipasi terhadap sejumlah dinamika lapangan saat mengawal demonstrasi mahasiswa di Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), mulai kepadatan lalu lintas, penutupan jalan situasional, hingga potensi tindak kriminalitas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional di sekitar lokasi aksi. Rekayasa arus kendaraan akan diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Jika terjadi kemacetan di sekitar lokasi aksi, petugas akan mengalihkan arus kendaraan dan melakukan rekayasa lalu lintas demi menjamin keselamatan massa aksi serta masyarakat pengguna jalan.
“Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan,” ujar Budi Hermanto.
Selain itu, ia mengimbau peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib. Massa aksi tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, serta menghormati pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi aksi.
“Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” imbuh Budi Hermanto.
Sebanyak 4.151 aparat personel gabungan disiapkan dalam pengamanan aksi tersebut. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
“Rincian (aparat gabungan), 3.651 personel Polri, serta 500 personel TNI,” imbuh eks Kapolres Blitar itu.(dan)










