INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya berfokus mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Kampus juga harus menjadi ruang pembentukan karakter yang mampu melahirkan generasi berdampak bagi masyarakat.
Ia menilai kebiasaan positif yang ditanamkan selama masa perkuliahan akan membentuk karakter mahasiswa saat terjun ke masyarakat. Dengan begitu, lulusan tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga semangat melayani dan memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan sekitarnya.
Menurut Brian, kampus-kampus terbaik dunia membangun karakter mahasiswa melalui perhatian terhadap hal-hal kecil atau perfect in detail. Mulai dari kebersihan, keteraturan hingga budaya disiplin yang diterapkan secara konsisten di lingkungan pendidikan.
“Kampus-kampus terbaik dunia membangun kualitas melalui perhatian terhadap hal-hal kecil atau perfect in detail. Kebersihan, keteraturan, dan berbagai hal kecil lainnya. Selama empat tahun mahasiswa dibina dan dididik, mereka hidup dalam lingkungan yang membiasakan mereka melihat sesuatu yang baik, tertata, dan disiplin,” ujar Brian dalam keterangan, Kamis (11/6/2026).
Ia mendorong agar berbagai praktik baik yang telah diterapkan kampus, termasuk pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi harus tampil sebagai teladan dalam membangun budaya hidup tertib, bersih, dan berkelanjutan.
“Melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak, perguruan tinggi didorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah dan kemajuan masyarakat,” terangnya.
Brian menambahkan, bahwa dosen dan tenaga kependidikan merupakan garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Mereka tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir, etos kerja, karakter, serta semangat berkarya generasi muda. (nas)










