• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pembatalan Skema Bagi Hasil Minerba Dinilai Tepat, Pelaku Industri Soroti Pentingnya Kepastian Regulasi

API-IMA

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 10 Juni 2026 - 01:37
in Ekonomi
Ilustrasi aktivitas alat berat di area tambang batu bara. Foto: Dokumen Kementerian ESDM

Ilustrasi aktivitas alat berat di area tambang batu bara. Foto: Dokumen Kementerian ESDM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Keputusan pemerintah untuk membatalkan rencana penerapan skema bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) pada sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) mendapat sambutan positif dari pelaku industri. Indonesian Mining Association (API-IMA) menilai langkah tersebut sebagai keputusan strategis yang mampu menjaga stabilitas iklim investasi dan memberikan kepastian bagi keberlanjutan industri pertambangan nasional.

Direktur Eksekutif API-IMA, Sari Esayanti, mengatakan pembatalan rencana tersebut merupakan langkah yang tepat karena sektor minerba memiliki karakteristik usaha yang berbeda secara fundamental dengan industri migas.

BacaJuga:

Kemendikdasmen: Revitalisasi SMK Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

The Banker Tetapkan BRI sebagai Salah Satu Bank Terbesar Dunia pada 2026

PDC dan PHE Uji Teknologi Microalgae untuk Kurangi Emisi Karbon di Industri Migas

Menurutnya, setiap komoditas pertambangan memiliki tingkat risiko, struktur biaya, siklus investasi, hingga kompleksitas operasional yang berbeda-beda, sehingga pendekatan fiskal yang diterapkan juga tidak dapat disamakan dengan sektor energi hulu migas.

“Industri pertambangan minerba memiliki karakteristik yang unik dengan tingkat kompleksitas yang berbeda pada masing-masing komoditas. Perbedaan mendasar inilah yang membuat banyak negara menerapkan sistem royalti dan fiskal yang berbeda dengan sektor migas,” ujar Sari.

IMA menilai keputusan pemerintah tersebut memberikan sinyal positif bagi dunia usaha, khususnya di tengah kebutuhan investasi yang semakin besar untuk mendukung agenda hilirisasi mineral dan transisi energi nasional.

Selain itu, kepastian kebijakan fiskal juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap sektor pertambangan Indonesia yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sari menjelaskan bahwa saat ini industri pertambangan tengah menghadapi berbagai perubahan regulasi dan tantangan operasional yang membutuhkan adaptasi serta investasi tambahan dari pelaku usaha. Beberapa di antaranya meliputi penerapan kebijakan Ekspor Satu Pintu, kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE), penyesuaian tarif royalti dan Harga Patokan Mineral (HPM), kebijakan Bea Keluar, hingga implementasi penggunaan biodiesel B50.

Dalam kondisi tersebut, menurut IMA, stabilitas kebijakan menjadi kebutuhan utama agar perusahaan dapat menyusun perencanaan bisnis jangka panjang secara lebih terukur dan berkelanjutan.

“Melalui pembatalan skema ini, kami berharap pemerintah dapat mewujudkan kestabilan kebijakan fiskal dan kewajiban keuangan perusahaan agar keberlanjutan investasi serta operasional industri pertambangan dapat berjalan dengan baik,” kata Sari.

Lebih lanjut, IMA menegaskan kepastian dan konsistensi regulasi merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi pertambangan global. Terlebih, industri pertambangan saat ini memerlukan investasi jangka panjang dalam jumlah besar untuk mengembangkan proyek-proyek hilirisasi, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta mendukung penyediaan bahan baku bagi ekosistem energi bersih.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam menarik investasi sektor sumber daya alam, kebijakan yang konsisten dinilai akan menjadi salah satu keunggulan Indonesia untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar mineral dunia.

“Hal ini sangat penting terutama di tengah meningkatnya kebutuhan investasi jangka panjang untuk mendukung agenda hilirisasi dan transisi energi nasional,” tambah Sari.

Dengan dibatalkannya rencana skema bagi hasil tersebut, pelaku industri berharap pemerintah terus mengedepankan dialog dan koordinasi dengan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan strategis. Langkah ini diyakini akan menciptakan keseimbangan antara optimalisasi penerimaan negara, keberlanjutan investasi, serta penguatan daya saing industri pertambangan nasional di masa datang. (rmn)

Tags: API-IMAIndonesian Mining AssociationIndustri PertambangaPertambangan Minerba

Berita Terkait.

smk
Ekonomi

Kemendikdasmen: Revitalisasi SMK Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:28
Kelola SPPG, Yayasan Jaya Sehat Nusantara Fokus Dukung Program Gizi Nasional
Ekonomi

The Banker Tetapkan BRI sebagai Salah Satu Bank Terbesar Dunia pada 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:07
perta
Ekonomi

PDC dan PHE Uji Teknologi Microalgae untuk Kurangi Emisi Karbon di Industri Migas

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:26
kilang
Ekonomi

Perta Arun Gas Jadikan Indonesia sebagai The Largest Re-Export Loading Market LNG Dunia

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:16
Pelatihan Ekspor BRI Peduli Antar UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global
Ekonomi

Pelatihan Ekspor BRI Peduli Antar UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:31
Rumah BUMN BRI Antar UMKM Oleh-Oleh Khas Demak Tembus Pasar Lebih Luas
Ekonomi

Rumah BUMN BRI Antar UMKM Oleh-Oleh Khas Demak Tembus Pasar Lebih Luas

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:09

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3199 shares
    Share 1280 Tweet 800
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1422 shares
    Share 569 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2912 shares
    Share 1165 Tweet 728
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.