INDOPOSCO.ID – Upaya menjaga keberlangsungan operasi hulu migas sekaligus melindungi aset negara kembali menunjukkan hasil nyata. PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama sejumlah pemangku kepentingan berhasil mengamankan aset Barang Milik Negara (BMN) berupa lahan di wilayah kerja migas Under Muara Mahakam (UMM), Kalimantan Timur.
Keberhasilan tersebut menjadi buah dari sinergi antara PHI, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, instansi pertanahan, aparat penegak hukum, serta berbagai lembaga terkait yang selama ini terlibat dalam penyelesaian persoalan pertanahan di kawasan strategis migas.
Melalui kolaborasi tersebut, aset tanah BMN senilai sekitar Rp21,5 miliar yang dikelola PT Pertamina EP (PEP) berhasil diamankan. Lebih dari itu, langkah tersebut turut melindungi investasi sumur dan fasilitas produksi yang nilainya mencapai sekitar Rp1,25 triliun.
Dampak positifnya tidak hanya pada aspek administrasi aset negara. Pengamanan tersebut juga dinilai mampu menjaga keberlangsungan produksi migas dengan mencegah potensi kehilangan produksi yang nilainya diperkirakan mencapai Rp480 miliar setiap tahun.
Komitmen memperkuat tata kelola aset migas itu menjadi salah satu fokus dalam audiensi antara manajemen PHI dan Pemkot Samarinda yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk memastikan keberlanjutan operasi hulu migas yang berperan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Senior Manager Legal Counsel PHI, Ardhi Apriyanto, menegaskan bahwa kepastian hukum menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan industri hulu migas.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kepastian hukum dan kolaborasi yang kuat antarlembaga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional,” ungkap Ardhi.
Apresiasi terhadap hasil tersebut juga datang dari Kantor Pertanahan Samarinda. Kepala Kantor Pertanahan Samarinda, Ceto Subagyo, menilai keberhasilan pengamanan aset negara tidak terlepas dari kerja sama lintas institusi yang berjalan efektif.
“Pengamanan aset negara berhasil dilakukan melalui pengelolaan aset yang akuntabel dan kolaborasi yang kuat antarlembaga, seperti Kantah Samarinda, Kanwil ATR/BPN, Pemprov, Pemkot, dan Kejaksaan Tinggi di Kalimantan Timur,” ungkap Ceto.
Menurutnya, pengamanan aset negara bukan sekadar menjaga kepemilikan tanah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun peradaban dan mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan pertanahan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah. Ia mendorong agar koordinasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan terus diperkuat.
“Penyelesaian isu pertanahan secara komprehensif diperlukan untuk mencegah potensi sengketa agraria di masa mendatang, khususnya di Kota Samarinda,” ucap Andi.
Dukungan terhadap langkah pengamanan aset juga disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Supardi. Menurutnya, setiap penyelesaian persoalan pertanahan harus dilakukan dengan dasar hukum yang kuat dan prinsip tata kelola yang baik.
“Kerjasama yang terjalin dengan baik diharapkan dapat terus ditingkatkan ke arah yang dapat mengakomodasi kepentingan berbagai pihak,” jelas Supardi.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyelamatan aset migas negara tersebut. Ia menilai keberhasilan itu memberikan manfaat langsung bagi keberlangsungan operasi perusahaan sekaligus menjaga pasokan energi nasional.
“Keberhasilan ini tidak luput dari pendampingan, fasilitas serta dukungan seluruh pihak terkait dalam penyelesaian penyelamatan aset migas sebagai BMN dengan mengedepankan kepastian hukum dan kepentingan bersama melalui pendekatan musyawarah dan mufakat,” jelas Sunaryanto.
Pria yang akrab disapa Anto itu menambahkan, kolaborasi yang erat antara pemerintah, SKK Migas, aparat penegak hukum, instansi pertanahan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi sektor hulu migas.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan untuk mendukung keberlanjutan operasi hulu migas, memperkuat ketahanan energi nasional, serta memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan masyarakat,” tutupnya. (her)










