INDOPOSCO.ID – Upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan terus menunjukkan hasil positif. Hingga Mei 2026, laju inflasi nasional masih berada dalam kondisi terkendali, sementara sejumlah komoditas strategis, termasuk beras, tetap bergerak relatif stabil di tengah dinamika pasar.
Data terbaru menunjukkan inflasi umum secara bulanan meningkat dari 0,13 persen pada April menjadi 0,28 persen pada Mei. Meski demikian, tekanan pada sektor pangan justru mulai mereda. Hal itu terlihat dari penurunan inflasi beras yang menjadi salah satu komoditas utama dalam konsumsi masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras medium nasional per 2 Juni tercatat Rp13.499 per kilogram (kg). Angka tersebut hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan masih berada di bawah batas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menilai perkembangan tersebut menunjukkan kondisi pasar yang tetap terkendali.
“Meskipun harga beras berfluktuasi, jika dilihat pada tingkat inflasi beras secara bulanan, justru mulai menurun. Tingkat inflasi beras pada April berada di level 0,58 persen. Sementara inflasi beras pada Mei bergerak turun menjadi 0,38 persen,” kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Ketut, berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat konsumen. Salah satu instrumen yang terus diperkuat adalah Gerakan Pangan Murah (GPM), program yang menghadirkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Program GPM bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, terutama saat terjadi kenaikan harga pada periode hari besar keagamaan. Ini juga menandai untuk mendukung pengendalian inflasi,” jelas Ketut.
Pelaksanaan GPM sendiri terus mengalami peningkatan sepanjang tahun ini. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator bahwa program tersebut tidak hanya dibutuhkan, tetapi juga efektif dalam menjaga daya beli di tengah berbagai tantangan ekonomi.
“Tingginya pelaksanaan GPM menunjukkan antusiasme masyarakat sekaligus komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Pemerintah saat ini memfokuskan stabilisasi pada beras, jagung, kedelai, cabai, bawang, telur ayam ras, daging ayam ras, dan daging sapi kerbau, gula konsumsi dan minyak goreng. Hampir semua komoditas tersebut harganya stabil,” tambahnya.
Hingga akhir Mei 2026, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah telah mencapai 5.037 kali kegiatan yang tersebar di 417 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Capaian tersebut melampaui realisasi periode Januari–Mei tahun lalu yang tercatat sebanyak 3.482 kegiatan.
Lonjakan jumlah penyelenggaraan itu menjadi sinyal kuat bahwa strategi intervensi pemerintah melalui pasar murah semakin masif. Dengan distribusi yang semakin luas, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga dan tekanan inflasi dapat terus dikendalikan pada bulan-bulan mendatang.(her)












