INDOPOSCO.ID – Sutradara dokumenter Dandhy Dwi Laksono akhirnya buka suara mengenai pertanyaan yang selama ini terus mengiringi perjalanan karya-karyanya: siapa sosok besar yang dianggap menjadi “backing” di balik film-film investigatifnya.
Lewat perbincangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official bersama pengamat komunikasi politik Hendri Satrio, Dandhy menjawab tudingan itu dengan nada santai namun tegas. Menurutnya, di tengah budaya yang selalu mengaitkan keberanian dengan dukungan elite tertentu, publik sering kali sulit percaya bahwa seseorang bisa bergerak secara independen.
“Di dunia yang orang baru berpikir atau bertindak ketika ada backing, memang seolah-olah semua kelihatan ada backing., ya kalau gua jawab enggak ada juga, orang yang percaya akan percaya, yang enggak percaya ya akan enggak percaya kan?,” ujar Dandhy dalam podcast tersebut, dikutip pada Selasa (26/5/2026).
Nama Dandhy memang kerap menjadi sorotan setelah melahirkan sejumlah film dokumenter yang memantik perdebatan luas, mulai dari Sexy Killers, Dirty Vote, hingga karya terbarunya Pesta Babi. Film-film tersebut dikenal tajam mengkritik kekuasaan dan isu sosial-politik yang sensitif.
Namun bagi Dandhy, keberanian membuat karya semacam itu bukan datang dari perlindungan tokoh tertentu, melainkan dari disiplin menjaga akurasi informasi dan independensi dalam proses produksi.
“Kami selalu punya prinsip begini, bikin benar dan akurat aja risikonya tinggi, apa lagi ngaco, apa lagi hoaks, apa lagi melintir, gitu-gitu. Jadi, konten-konten yang kritikal, itu bikin seakurat mungkin aja, tetap dihantam oleh kekuasaan,” katanya.
Ia menilai, kepercayaan publik menjadi benteng paling penting bagi para pembuat film dokumenter. Ketika masyarakat percaya terhadap integritas karya yang dibuat, maka dukungan itu akan hadir secara alami.
“Jadi, kalau dari pertanyaannya backing-nya siapa ya, dari film ke film, kami selalu percaya kalau publik yang akan jadi backing,” ujar Dandhy.
Dandhy juga mengakui bahwa sejak awal dirinya sadar film dokumenter investigatif selalu berhadapan dengan risiko besar, termasuk ancaman penggunaan Undang-undang ITE. Karena itu, transparansi menjadi hal yang sangat dijaga dalam setiap produksi.
Berbicara mengenai film terbarunya, Pesta Babi, ia menegaskan seluruh pihak yang terlibat bekerja secara terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan identitasnya.
“Semua nama orang yang bikin film jelas, akun medsosnya jelas, lu bahkan bisa trace alamat plat nomor atau handphone, gak susah lah. Lembaga-lembaga yang terlibat juga jelas,” tambahnya.
Bagi Dandhy, keterbukaan itu sekaligus menjadi jawaban atas berbagai tudingan yang selama ini diarahkan kepada dirinya dan tim produksi film-film dokumenter yang dianggap kontroversial. (her)










