INDOPOSCO.ID – Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berubah menjadi pesta raksasa ketika peluit panjang laga terakhir Super League 2025/26 dibunyikan. Meski hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara, Persib Bandung tetap memastikan diri berdiri di singgasana juara musim ini.
Maung Bandung menutup kompetisi dengan koleksi 79 poin, jumlah yang identik dengan raihan Borneo FC Samarinda. Namun, keunggulan head to head membuat trofi akhirnya berlabuh di Kota Kembang.
Di tengah ketegangan laga penentuan, Eliano Reijnders tampil penuh determinasi. Bek sayap Persib itu berusaha memecah kebuntuan lewat berbagai percobaan, tetapi rapatnya pertahanan lawan membuat skor tak berubah hingga akhir pertandingan.
“Seperti yang pelatih katakan, kami tidak bisa mencetak gol tapi kami menjadi juaranya,” kata Eliano dalam keterangan resmi ileague, Senin (25/5/2026).
Hasil tersebut justru menjadi penutup sempurna bagi perjalanan Eliano musim ini. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu akhirnya merasakan gelar pertama sepanjang karier profesionalnya sebagai pesepak bola.
Momen pengangkatan trofi terasa semakin emosional karena terjadi di hadapan puluhan ribu Bobotoh. Sekitar 32 ribu suporter memenuhi stadion dan menciptakan atmosfer yang membuat Eliano terpukau.
Adik dari gelandang Tijjani Reijnders itu mengaku dukungan suporter Persib memberikan pengalaman yang belum pernah ia rasakan selama bermain di Eropa.
“Jauh lebih baik, kalian bisa melihat bagaimana Bobotoh mendukung kami selama pertandingan dan juga setelah pertandingan. Ini sangat gila. (Atmosfer) Di Eropa gila, tapi di sini lebih gila,” tambah eks PEC Zwolle itu.
Musim perdana Eliano bersama Persib kini berakhir manis. Bukan hanya trofi yang ia dapatkan, tetapi juga ikatan emosional dengan Bobotoh yang membuat Bandung terasa seperti rumah baru baginya.(her)









