INDOPOSCO.ID – Puluhan mahasiswa peserta Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 mendapat kesempatan langka merasakan langsung atmosfer industri pengeboran migas nasional lewat kunjungan ke Indonesia Drilling Training Center (IDTC) milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Student Visit IDTC Pasca IPA Convex 2026” diikuti sekitar 59 peserta dari 20 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk student presenter, volunteer, dan anggota technical program committee.
Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teori di ruang kelas, tetapi juga mengikuti pemaparan sejarah industri migas, struktur organisasi pengeboran, serta tahapan perencanaan sumur (well planning process). Pengalaman lapangan makin komprehensif saat mereka mengunjungi fasilitas Rig 150 HP dan area pelatihan pengeboran di IDTC.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Jufrihadi, mengatakan kunjungan itu merupakan upaya perusahaan mendekatkan mahasiswa dengan realitas industri energi nasional, bukan sekadar teori.
“Keakraban dengan praktik di lapangan melalui fasilitas pelatihan IDTC penting agar mahasiswa melihat langsung tantangan dan peluang di sektor migas,” ujar Jufrihadi, Senin (25/5/2026).
Siti Sitawati, Chief of Technical Program Sub Committee IPA Convex 2026, menilai kegiatan seperti ini efektif memperluas wawasan mahasiswa terhadap ekosistem energi yang selama ini lebih banyak dipelajari secara teoritis di kampus.
“Kegiatan ini sangat penting; mahasiswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga melihat bagaimana proses dan teknologi pengeboran dijalankan di lapangan,” kata Siti.
Manager IDTC Chair Rony menambahkan bahwa fasilitas pelatihan dirancang menyerupai kondisi operasional nyata untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif.
“Melalui fasilitas IDTC, peserta memperoleh pengalaman yang mendekati kondisi operasional sebenarnya di lapangan,” jelas Chair Rony.
Salah satu peserta, Taip Gegetu (23), mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua, mengaku antusias melihat rig pengeboran secara langsung.
“Selama ini saya hanya melihat rig lewat video atau gambar. Melihat langsung ukuran dan proses pengeboran membuat saya kagum dan makin tertarik mendalami industri migas,” ujarnya.
Afriansyah, Manager Account Region 4, 5 dan Geothermal, menuturkan kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri energi masa depan agar calon talenta lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Kami berharap mahasiswa mendapat exposure lebih luas dan mempersiapkan kompetensi relevan sehingga siap menjadi talenta unggul bagi industri migas Indonesia,” kata Afriansyah.
Pertamina Drilling berharap program ini melahirkan lebih banyak talenta muda yang tak hanya memahami teori energi, tetapi juga siap menghadapi dinamika industri migas yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.(her)










