• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

SRC Genap 18 Tahun, Omzet Toko Kelontong Tembus Rp251 Triliun per Tahun

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:05
in Ekonomi
Suasana talkshow bertajuk “Bukti Nyata Transformasi dan Akselerasi untuk UMKM Indonesia”, dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-18 Sampoerna Retail Community (SRC), di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dokumen SRC

Suasana talkshow bertajuk “Bukti Nyata Transformasi dan Akselerasi untuk UMKM Indonesia”, dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-18 Sampoerna Retail Community (SRC), di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dokumen SRC

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Memasuki usia ke-18 tahun, PT SRC Indonesia Sembilan melalui ekosistem Sampoerna Retail Community (SRC) makin menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terbesar di Indonesia. Bukan sekadar jaringan toko kelontong, SRC kini tumbuh menjadi ekosistem retail tradisional modern yang menopang ekonomi lokal hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Selama hampir dua dekade, SRC berkembang dari program pendampingan sederhana menjadi gerakan retail tradisional nasional yang menjangkau lebih dari 250 ribu toko kelontong di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut diperkuat oleh lebih dari 6.300 mitra SRC dan terhubung melalui 10 ribu paguyuban toko.

BacaJuga:

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Kinerja SRC juga tercermin dalam hasil riset “Bukti Nyata SRC untuk Indonesia” yang dilakukan KG Media pada 2026. Dalam riset tersebut, kontribusi omzet toko SRC tercatat mencapai Rp251 triliun per tahun atau setara 9,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) retail nasional 2025. Nilai itu meningkat Rp15 triliun dibandingkan kontribusi Rp236 triliun pada 2023.

Tak hanya memperbesar skala usaha, SRC juga dinilai berhasil meningkatkan daya saing warung tradisional. Riset menunjukkan toko yang bergabung dengan SRC mengalami peningkatan omzet hingga 42 persen. Bahkan dalam periode 2023-2026, omzet toko tercatat tumbuh konsisten sebesar 27,5 persen melalui program pendampingan berkelanjutan.

Transformasi digital menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan tersebut. Saat ini, sebanyak 98,8 persen toko SRC telah terdigitalisasi melalui berbagai platform dan layanan digital yang memudahkan pengelolaan usaha.

Selain itu, sebanyak 46 persen toko SRC kini berhasil memperluas lini bisnis mereka, mulai dari layanan pembayaran digital hingga penjualan produk digital lainnya. Diversifikasi usaha tersebut dinilai mampu memperkuat loyalitas pelanggan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi pemilik toko.

Tak hanya berdampak pada pemilik warung, keberadaan SRC juga menjadi penggerak ekonomi komunitas melalui program Pojok Lokal. Program tersebut membuka akses distribusi bagi produk UMKM masyarakat sekitar untuk masuk ke jaringan toko SRC.

Hasilnya, omzet Pojok Lokal melonjak 128 persen, dari Rp5,65 triliun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun per tahun pada 2026. Angka ini memperlihatkan bagaimana toko kelontong kini tidak hanya menjadi tempat belanja masyarakat, tetapi juga saluran distribusi produk lokal.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Keswanto, mengapresiasi kontribusi SRC dalam memperkuat ekosistem UMKM dan retail tradisional, khususnya di Jakarta yang kini memiliki sekitar 40 ribu toko SRC.

“Selama 18 tahun, SRC semakin menemukan perannya dalam mendukung pemberdayaan UMKM kelontong di seluruh penjuru Nusantara. Kami berharap SRC terus berkembang, bukan hanya menjadi jaringan toko kelontong, tetapi juga melahirkan perusahaan-perusahaan besar kebanggaan Indonesia,” ujarnya dalam Talkshow bertajuk “Bukti Nyata Transformasi dan Akselerasi untuk UMKM Indonesia”, dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-18 Sampoerna Retail Community (SRC), di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera, menilai langkah SRC sangat relevan karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional.

“Ketika pandemi dan krisis, UMKM terbukti menjadi andalan perekonomian Indonesia. Karena itu, langkah SRC yang fokus membantu UMKM, khususnya toko kelontong, sangat tepat untuk mendorong usaha kecil naik kelas,” katanya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Iqbal Shoffan Shofwan, menambahkan modernisasi retail tradisional menjadi kebutuhan penting agar UMKM mampu bertahan di tengah persaingan global dan perubahan perilaku konsumen.

Menurutnya, selama 18 tahun terakhir SRC tidak hanya membantu penataan toko dan pengelolaan usaha, tetapi juga memperkuat akses distribusi barang sehingga toko kelontong memperoleh harga yang lebih kompetitif dan margin keuntungan yang lebih baik.

Direktur Utama SRCIS, Romulus Sutanto, mengatakan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci utama keberhasilan SRC dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Melalui pendampingan berkelanjutan, SRC membantu para pemilik toko meningkatkan pengelolaan usaha, mulai dari penataan toko yang lebih rapi, bersih, dan terang, hingga adopsi teknologi seperti AYO Toko dan digital payment,” ucapnya.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMKM, SRC juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pos Indonesia (Persero), Telkomsel, dan PT Pertamina Patra Niaga.

Dalam momentum HUT ke-18, SRC kembali memperluas sinergi strategis dengan menggandeng Bank Syariah Indonesia dan BRI Insurance guna memperkuat akses layanan keuangan, distribusi, dan pengembangan usaha bagi toko kelontong di seluruh Indonesia.

Melalui berbagai kolaborasi tersebut, SRC optimistis dapat terus memperkuat daya saing UMKM nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (rmn)

Tags: Sampoerna Retail CommunitySRC

Berita Terkait.

Penyerahan
Ekonomi

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:36
Apresiasi
Ekonomi

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:45
Limbah-Serbuk
Ekonomi

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:05
Daging
Ekonomi

Harga Daging Sapi Sedikit di Atas HAP, Bapanas Siapkan Langkah Stabilisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:42
mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3196 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1291 shares
    Share 516 Tweet 323
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2830 shares
    Share 1132 Tweet 708
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.