• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indonesia Dinilai Bisa Jadi Magnet Investasi Migas Dunia, Ini Kuncinya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:38
in Ekonomi
Suasana sesi Plenary Session: Path to Energy Resilience & The Role of Partnership The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (20/5/2026). Foto: Istimewa

Suasana sesi Plenary Session: Path to Energy Resilience & The Role of Partnership The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (20/5/2026). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi magnet investasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dunia di tengah meningkatnya kebutuhan energi global dan pesatnya perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Namun, ada sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi agar potensi tersebut benar-benar bisa diwujudkan.

Dalam ajang The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, para pelaku industri migas nasional dan internasional menilai Indonesia memiliki kombinasi kekuatan strategis mulai dari sumber daya energi domestik, stabilitas investasi, hingga potensi pasar energi yang terus tumbuh.

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Anggota Dewan Pengawas Indonesia Petroleum Association (IPA) Hashim Djojohadikusumo, mengatakan sektor energi, khususnya gas bumi, akan memainkan peran sangat penting dalam masa transisi energi global.

“Maka saya optimis sektor energi sangat-sangat akan diandalkan terutama gas, terutama gas,” ujar Hashim, dalam sesi Plenary Session: Path to Energy Resilience & The Role of Partnership di IPA Convex 2026, di ICE BSD, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, transformasi menuju kendaraan listrik memang akan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tetapi kebutuhan listrik justru diprediksi melonjak drastis. Kondisi tersebut akan membuat gas bumi menjadi energi alternatif utama untuk menopang pembangkit listrik nasional.

Hashim juga menyoroti meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan industri digital dan pembangunan pusat data (data center) di Indonesia.

“Perusahaan seperti Amazon, Microsoft, Apple, dan lainnya melihat Indonesia sebagai lokasi utama investasi pusat data, dan hal itulah yang akan menjadi alasan mengapa penggunaan energi akan melonjak drastis,” katanya.

Meski prospek sektor migas dinilai sangat besar, Hashim mengingatkan investor global hanya akan masuk jika pemerintah mampu menjaga kepastian hukum, stabilitas politik, dan skema fiskal yang kompetitif.

“Investor perlu kepastian hukum, perlu stabilitas,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan President IPA, Kathy Wu. Ia menilai perusahaan migas global kini jauh lebih selektif dalam menentukan lokasi investasi karena persaingan mendapatkan alokasi modal semakin ketat.

“Proyek di Indonesia harus benar-benar kompetitif, baik dari sisi tingkat pengembalian investasi, risiko, kepastian pelaksanaan, hingga kepastian hasil yang dihitung di atas kertas benar-benar dapat terealisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President IPA, Wade Floyd, menilai Indonesia memiliki modal penting berupa sejarah panjang kemitraan dengan perusahaan migas internasional.

Menurutnya, hubungan tersebut menjadi fondasi kuat bagi investor asing untuk terus berkontribusi melalui transfer teknologi, kemampuan eksekusi proyek berskala besar, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Peran investor internasional adalah membawa kemampuan unik seperti teknologi, integrasi proyek berskala besar, kemampuan eksekusi, dan sumber daya manusia kelas dunia untuk mendukung pertumbuhan Indonesia,” jelas Wade.

Vice President IPA lainnya, Ronald Gunawan, bahkan menilai Indonesia sebenarnya sudah memiliki hampir seluruh elemen penting untuk menjadi destinasi investasi migas kelas atas.

Menurut Ronald, tantangan terbesar saat ini adalah mempercepat proses pengerjaan proyek dan penyederhanaan birokrasi.

“Kalau eksekusinya bisa lebih cepat, saya yakin Indonesia akan menjadi negara tujuan investasi kelas atas,” katanya.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Awang Lazuardi, mengakui masih banyak ruang perbaikan dalam aspek kemudahan berusaha, khususnya terkait proses perizinan dan koordinasi lintas sektor.

“Ketahanan energi bukan hanya masalah industri migas, tetapi masalah seluruh bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memastikan pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan fleksibel.

Menurutnya, percepatan proyek menjadi faktor krusial karena keterlambatan pengerjaan dapat menurunkan keekonomian proyek dan membuat investasi tidak lagi menarik.

“Setelah keputusan investasi dibuat, maka harus segera dijalankan. Kalau ada masalah, mari kita duduk bersama dan selesaikan satu per satu. Kuncinya adalah percepatan proyek,” kata Djoko.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Laode Sulaeman, yang menegaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memangkas hambatan birokrasi, terutama terkait perizinan dan penggunaan lahan.

“Regulasi di sektor migas sudah cukup jelas sehingga kepastian hukum tetap terjaga,” terangnya.

Dengan kombinasi sumber daya energi melimpah, pasar domestik besar, serta meningkatnya kebutuhan energi akibat revolusi digital, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat investasi migas regional. Namun, percepatan proyek, kepastian hukum, dan efisiensi birokrasi akan menjadi penentu utama dalam memenangkan persaingan investasi global. (rmn)

Tags: industri hulu migasInvestasi MigasIPA Convex

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1128 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2811 shares
    Share 1124 Tweet 703
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.