• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Era ‘Easy Oil’ Berakhir, Ini Strategi Baru Sektor Hulu Migas Indonesia

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:41
in Ekonomi
IPA

Forum 50th IPA Convex 2026 menjadi ruang kolaborasi pelaku industri energi dalam mencari solusi menghadapi tantangan migas global sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Foto: Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri hulu minyak dan gas bumi tengah memasuki fase yang tidak mudah. Di berbagai belahan dunia, perusahaan energi kini harus menghadapi kombinasi tantangan yang datang bersamaan: penurunan produksi alami dari lapangan tua, gejolak geopolitik global, hingga meningkatnya tuntutan efisiensi dan transisi energi.

Indonesia pun berada di tengah pusaran tersebut. Namun di balik tekanan yang terus meningkat, sektor migas nasional masih menyimpan optimisme besar. Potensi cadangan di wilayah laut dalam dan kawasan timur Indonesia dinilai masih sangat menjanjikan untuk menopang kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang.

BacaJuga:

Emas Siap Tancap Gas, 3 Sentimen Ini Jadi Penopang Harga

Transformasi Danantara Mulai Terlihat, Kinerja 22 BUMN Melonjak Signifikan

Perkuat Pasar Domestik, Perdagangan Antardaerah Jadi Solusi Redam Gejolak Global

Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan produsen minyak dunia ikut memperbesar ketidakpastian industri. Fluktuasi harga energi membuat iklim investasi menjadi lebih berhati-hati, sementara perusahaan migas dituntut bergerak lebih adaptif agar tetap mampu menjaga keberlanjutan bisnisnya.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza mengatakan industri perlu memperkuat sejumlah strategi utama agar mampu bertahan menghadapi situasi yang semakin kompleks.

“Kita punya kemitraan yang kuat, misalnya bersama PETRONAS. Kolaborasi dengan pemerintah juga dapat memberikan tambahan fiskal dan permudah perizinan serta turunkan risiko usaha dengan penggunaan teknologi,” kata Oki pada sesi Global Executive Talk bertema The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas di 50th IPA Convex 2026, ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, penguatan kemitraan, dukungan regulasi pemerintah, serta pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama agar industri tetap kompetitif di tengah tekanan global.

Pandangan serupa juga disampaikan President and Group CEO PETRONAS, Tengku Muhammad Taufik. Ia mengungkapkan investasi hulu minyak global pada 2025 diperkirakan turun sekitar 6 persen, meski total belanja sektor tersebut masih mencapai sekitar US$570 miliar.

“Menariknya, sekitar 40% dari total investasi itu digunakan khusus untuk menekan laju penurunan produksi di lapangan migas yang sudah beroperasi,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar investasi industri saat ini bukan lagi difokuskan untuk ekspansi besar-besaran, melainkan menjaga produksi dari lapangan eksisting agar tidak terus merosot.

Sementara itu, Direktur dan CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato menilai iklim pengelolaan industri migas Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Indonesia menyadari potensi masih sangat besar, untuk itu eksplorasi harus dilakukan perlu ada pengembangan jangka panjang. Serta pendekatan yang lebih fleksibel,” ujar Roberto.

Di tengah tantangan yang semakin berat, teknologi kini menjadi andalan baru industri migas. Berbagai perusahaan mulai mengembangkan penerapan enhanced oil recovery (EOR), digitalisasi operasi, penggunaan artificial intelligence (AI), hingga teknologi pengeboran modern untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya produksi.

Harapan besar industri juga datang dari sejumlah temuan migas baru, salah satunya di kawasan Andaman. Wilayah tersebut dinilai menjadi salah satu titik paling prospektif dalam peta eksplorasi migas Indonesia saat ini.

CEO Mubadala Energy, Mansoor Muhamed Al Hamed mengungkapkan hasil eksplorasi perusahaan selama 15 tahun beroperasi di Indonesia menunjukkan perkembangan positif, terutama di wilayah Andaman.

“Kami sangat antusias dengan penemuan yang kami dapatkan di Tangkulo, juga di Andaman. Dan yang terbaru adalah Southwest Andaman sekitar dua bulan lalu. Ketika nantinya mulai berproduksi, hal ini akan menjadikan kami salah satu produsen terbesar di Indonesia,” tutur Mansoor.

Di sisi lain, kebutuhan investasi yang semakin besar juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri energi global. Executive Vice President Finance & Administration KUFPEC, Abdullah F. Al-Osaimi menilai industri migas saat ini menghadapi perubahan besar yang tidak hanya dipengaruhi teknologi, tetapi juga dinamika geopolitik dan kebijakan energi global.

“Tantangan saat ini bukan lagi soal ketersediaan hidrokarbon yang mudah diperoleh, melainkan akses terhadap cadangan dengan risiko rendah dan kompleksitas rendah yang kini semakin sulit ditemukan,” ungkap Abdullah.

Ia menambahkan, tuntutan transisi energi dan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) ikut mengubah arah investasi industri migas dunia.

“Belum lagi kebijakan domestik di sejumlah negara yang turut memengaruhi cara investasi di sektor hulu migas,” tambahnya.

Meski tekanan terhadap sektor hulu migas semakin besar, industri ini diyakini masih akan menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional dalam beberapa dekade mendatang. Dengan cadangan yang masih melimpah dan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia dinilai tetap memiliki peluang besar untuk memperkuat kembali posisinya sebagai salah satu pemain energi utama di kawasan.(her)

Tags: Easy OilHulu MigasindonesiaIPA Convex 2026

Berita Terkait.

emas
Ekonomi

Emas Siap Tancap Gas, 3 Sentimen Ini Jadi Penopang Harga

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:15
bpi
Ekonomi

Transformasi Danantara Mulai Terlihat, Kinerja 22 BUMN Melonjak Signifikan

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:21
Perkuat Pasar Domestik, Perdagangan Antardaerah Jadi Solusi Redam Gejolak Global
Ekonomi

Perkuat Pasar Domestik, Perdagangan Antardaerah Jadi Solusi Redam Gejolak Global

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:02
APKASI
Ekonomi

Hadapi Isu Nasional, Sinergi Perempuan Antardaerah Jadi Kunci Pembangunan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:26
Mobile-Rig
Ekonomi

4 Rig Baru Pertamina Drilling Siap Dongkrak Efisiensi dan Produksi Migas Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:06
Perwira PGN
Ekonomi

Keselamatan Jadi Prioritas, PGN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah untuk Ketahanan Energi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2220 shares
    Share 888 Tweet 555
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang
Olahraga

Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang

Editor Laurens Dami
Minggu, 5 Juli 2026 - 21:27

INDOPOSCO.ID – Kylian Mbappe kembali membuktikan perannya sebagai sosok penentu bagi Timnas Prancis di Piala Dunia FIFA 2026. Sang kapten...

SelengkapnyaDetails
Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:13
Pemain-Argentina

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.