INDOPOSCO.ID – Balapan MotoGP Catalunya 2026 berubah menjadi arena survival. Bukan cuma soal kecepatan, tetapi juga soal siapa yang mampu bertahan dari kekacauan demi kekacauan di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026) sore Waktu setempat.
Pada akhirnya, yang tersenyum paling lebar adalah pebalap Fabio Di Giannantonio. Rider VR46 Ducati itu keluar sebagai pemenang setelah melewati balapan penuh tabrakan, dua kali red flag, dan drama hingga tikungan terakhir.
Sejak lampu start padam, tensi balapan langsung mendidih. Pedro Acosta membuka lomba dengan agresif dan mempertahankan posisi terdepan, tetapi tekanan terus datang dari Raul Fernandez serta Alex Marquez.
Fernandez sempat mengambil alih pimpinan lomba pada lap kelima. Namun Catalunya belum selesai menghadirkan kejutan. Acosta bangkit merebut posisi pertama lagi, sementara Alex Marquez mulai menemukan ritmenya dan naik ke posisi dua.
Momentum balapan berubah total pada lap ke-12. Di tikungan 10, Alex Marquez kehilangan kendali dan menghantam motor Acosta dalam insiden berkecepatan tinggi. Motor hancur berserakan di lintasan. Diggia ikut menjadi korban setelah motornya terkena serpihan crash tersebut.
Race Direction langsung mengibarkan red flag pertama. Meski motornya rusak, Acosta masih mampu kembali ke pit dengan bantuan beberapa rider lain. Sementara Alex Marquez dinyatakan sadar usai kecelakaan besar yang membuat penonton terdiam.
Setelah tertunda sekitar 30 menit, balapan restart dengan format baru. Tetapi kekacauan belum selesai.
Baru memasuki tikungan pertama restart kedua, tabrakan kembali terjadi. Johann Zarco, Luca Marini, dan Francesco Bagnaia terlibat crash massal yang memaksa red flag kembali dikibarkan. Catalunya benar-benar berubah menjadi medan perang.
Restart ketiga akhirnya digelar dengan 12 lap sprint menuju garis finis. Acosta kembali memimpin, tetapi tekanan datang dari segala arah. Jorge Martin sempat mencoba menyerang sebelum crash usai bersenggolan dengan Fernandez.
Di tengah kekacauan itu, Diggia perlahan bergerak naik. Dari posisi luar podium, ia menyalip satu per satu rivalnya dengan agresif namun tetap presisi. Saat balapan menyisakan tiga lap, Diggia akhirnya melancarkan serangan penentu kepada Acosta untuk mengambil alih pimpinan lomba. Setelah itu, tak ada yang bisa menghentikannya.
Di belakang Diggia, Joan Mir dan Fermin Aldeguer ikut memanfaatkan situasi untuk naik podium. Sementara Acosta yang sempat memimpin sebagian besar balapan justru mengalami crash dramatis menjelang garis finis setelah kontak dengan Ai Ogura.
Sebuah penutup yang terasa brutal untuk balapan paling liar musim ini. Diggia pun keluar sebagai pemenang dari sore penuh kekacauan di Barcelona. (her)











