INDOPOSCO.ID – Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, FLOII Expo 2026 resmi diluncurkan lewat acara Press Conference & Launching di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). Pameran tanaman hias berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 17–20 September 2026 di Hall 3A ICE BSD City, Tangerang.
Mengangkat tema “United by Nature”, FLOII Expo 2026 hadir sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan komunitas pecinta tanaman, breeder, landscape designer, arsitek, nursery owner, hingga pelaku industri kreatif dalam satu ekosistem berbasis kecintaan terhadap alam dan gaya hidup hijau.
Diselenggarakan sejak 2022 oleh Dyandra Event Solutions, FLOII berkembang menjadi salah satu pameran tanaman hias terbesar di Indonesia dengan jangkauan internasional yang terus meluas. Kehadiran peserta mancanegara yang meningkat setiap tahun mempertegas posisi FLOII bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga platform bisnis, edukasi, komunitas, dan lifestyle.
Dukungan terhadap penyelenggaraan FLOII Expo 2026 juga datang dari Badan Karantina Indonesia. Direktur Tindakan Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia, Abdul Rahman, menilai industri tanaman memiliki prospek besar bagi ekonomi sekaligus keberlanjutan lingkungan.
“Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, penting bagi seluruh pelaku industri dan masyarakat untuk tetap memperhatikan aspek keamanan hayati melalui kepatuhan terhadap regulasi dan prosedur karantina tumbuhan,” ujar Abdul dalam sambutannya.
“Melalui FLOII Expo 2026, kami berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun industri tanaman yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” terangnya.
Sementara itu, President Director Dyandra Event Solutions, Michael Bayu Sumarijanto, menyebut FLOII kini berkembang menjadi ruang temu berbagai elemen industri tanaman dan gaya hidup.
“Melihat perkembangan industri tanaman yang terus menunjukkan tren positif, FLOII Expo 2026 hadir dengan cakupan lebih luas dan pengalaman yang lebih interaktif melalui beragam program unggulan dan kolaborasi komunitas,” jelas Bayu.
“Kami berharap FLOII dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan industri tanaman hias nasional, membuka peluang kolaborasi, dan bisnis baru, serta menginspirasi masyarakat untuk semakin dekat dengan alam,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum komunitas pecinta tanaman hias, Indonesian Aroid Society (IAS), Anjasmara Prasetya mengatakan, di tengah tren tanaman hias yang terus berubah, tanaman anthurium justru tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu tanaman paling diburu kolektor.
Karakter unik hingga tingkat eksklusivitas yang tinggi membuat tanaman ini masih memiliki pasar kuat, bahkan di tengah kemunculan berbagai jenis tanaman populer lainnya. Menurutnya, faktor utama yang membuat tanaman ini tetap eksklusif adalah proses perbanyakannya yang tidak mudah dilakukan.
“Artinya tanaman tersebut relatif sulit diperbanyak di laboratorium, sehingga tanaman tersebut memiliki banyak peminat dan harga anthurium juga tergolong relatif stabil, bahkan naik dibandingkan harga monstera maupun philodendron,” ucap suami Dian Nitami tersebut.
Tahun ini, FLOII Expo menghadirkan beragam program mulai dari pameran tanaman hias dan pangan lokal maupun internasional, peluncuran varietas baru, kontes dan lelang tanaman, workshop interaktif, hingga talkshow bersama komunitas dan pakar.
Tak hanya itu, FLOII juga menggandeng kreator visual dan pelaku lifestyle untuk menghadirkan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda. Rangkaian pra-event seperti kampanye #TanamTaman dan #DimulaiDariSatu turut dihadirkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tanaman dalam kehidupan sehari-hari.
Lewat konsep yang memadukan industri, seni, dan inovasi, FLOII Expo 2026 ingin menjadi ruang tumbuh bersama sekaligus mendorong lahirnya masa depan yang lebih hijau, sehat, dan kolaboratif. (her)











