INDOPOSCO.ID – Di tengah gempuran gaya hidup modern yang serba cepat, menjaga berat badan ideal kini menjadi tantangan berat bagi masyarakat urban. Tingginya tingkat stres dan kurangnya aktivitas fisik disinyalir menjadi faktor utama sulitnya menerapkan pola hidup sehat di masa kini.
Bagi perempuan, tantangan tersebut semakin berat dengan adanya perubahan hormon dan metabolisme, khususnya pada fase pascamelahirkan. Sayangnya, lonjakan berat badan kerap dipandang semata-mata sebagai akibat kurangnya kedisiplinan menjaga pola gaya hidup.
Padahal terdapat faktor genetik, hormonal, dan metabolik yang kompleks di baliknya. Stigma itu sering kali memicu tekanan mental dan mendorong banyak orang mengambil jalan pintas melalui diet ekstrem yang berbahaya.
Tekanan sosial dan perjuangan mengelola berat badan ini juga dialami oleh salah satu penyanyi Vicky Shu. Pasca-melahirkan anak keduanya, Vicky menghadapi tantangan berat badan yang signifikan.
Ia mengikuti program weight management bersama Halofit by Halodoc yang telah berjalan selama delapan minggu, dengan pengawasan medis dan sains yang ketat serta dukungan teknologi.
Selain itu, ia menerapkan pola hidup sehat dengan aktif berjalan kaki setiap hari, dan menata ulang pola konsumsi sehari-hari.
“Aku memilih program Halofit karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja,” kata Vicky Shu dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Apalagi Halofit bisa diakses secara online jadi memudahkan aku yang sehari-hari sudah padat bekerja dan mengurus keluarga.
“Perjalanan transformasi ini ngajarin aku bahwa kita nggak harus memenuhi standar kecantikan orang lain, karena tujuan sebenarnya bukan hanya menurunkan berat badan saja, tapi justru memiliki tubuh yang sehat, dan akhirnya pun dapat berdampak pada mental yang sehat,” ucap Vicky Shu.
VP Consultation & Diagnostics Halodoc Ignasius Hasim mengatakan, bahwa mengatasi obesitas bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi membantu masyarakat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Data Halodoc tahun 2024 menunjukkan, sebelum Halofit diluncurkan, sekitar 75 persen pasien nutrisionis Halodoc telah mencari dukungan untuk manajemen berat badan, namun sebagian besar masih berfokus pada pengaturan pola makan dan edukasi gaya hidup.
“Maka dari itu, melalui Halofit kami menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan edukasi, pendampingan dokter dan ahli gizi, teknologi, serta terapi medis program weight management berbasis bukti ilmiah,” imbuh Ignasius Hasim. (dan)











