INDOPOSCO.ID – Rocky Gerung pamit. Sudah lima tahun RG sering tampil di forum zoom yang disebut ILT –Indonesia Leaders Talk. Tiap Jumat malam.
Awalnya saya heran kok RG begitu aktif di forum miliknya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ternyata ILT bukan organ PKS. Itu inisiatif pribadi tokoh utama PKS: Mardani Ali Sera. Mardani bersahabat dengan RG –sesama orang UI. Hanya saja RG orang filsafat, Mardani dari fakultas teknik mesin –sebelum melanjutkan kuliah ke Malaysia.
Tapi bukan UI saja yang mempertemukan Mardani dengan RG. Saat ILT dirancang, lima tahun lalu, posisi PKS adalah oposisi. Maka ILT ingin seirama dengan posisi partai. Mardani mencari tokoh yang suaranya juga oposisi.
Ketemulah RG.
Tentu ada hal lain yang mempertemukan keduanya: sesama gila membaca buku. Buku serius. Jarang politisi seperti Mardani.
Saya beberapa kali diundang bicara di ILT –sesekali diduetkan dengan RG.
Terakhir Jumat malam kemarin: sendirian. Di situ saya tahu: RG pamit. Tidak akan tampil lagi di ILT dalam waktu yang belum ditentukan. Mardani sendiri yang mengumumkan pamitan itu. Dasarnya: WA dari RG sendiri yang dikirim ke Mardani.
Alasan RG: belakangan ia sibuk dan akan semakin sibuk dengan tugas-tugas mengatasi masalah sampah. “Termasuk sampah politik,” ujar RG di dalam WA-nya ke Mardani.
Izinkan saya menafsirkan pamitannya itu: RG kini sibuk di program pemerintah di bidang lingkungan hidup.
Sahabat karibnya baru saja dilantik menjadi menteri lingkungan hidup: Jumhur Hidayat. Sangat mungkin Jumhur merayu RG untuk membantunya. Anda sudah tahu: Presiden Prabowo sangat risau dengan persoalan sampah di Indonesia. Di mata Prabowo, sampah terkait dengan tingkat peradaban bangsa.
Penglihatan Prabowo atas sampah bisa saya analogikan dengan kerisauan beliau pada atap seng. Sampai secara spontan Prabowo membuat program gentingisasi. RG tentu punya kegelisahan yang sama di bidang sampah.
Seorang pendaki gunung pasti punya doktrin yang kuat sebagai anti-sampah.
Bahwa RG telah lima tahun tampil di acara mingguan merupakan prestasi tersendiri. Apalagi itu bukan kerja yang menghasilkan uang.
Rasanya baru Mardani, anggota DPR yang punya forum zoom seperti itu.
Mardani orang Betawi. Anaknya sembilan orang. Kini Mardani jadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta timur. Ini masa jabatan keempat baginya di DPR –dua yang pertama sebagai pengganti antar waktu. Posisinya di PKS sendiri sangat vital: ketua pemenangan pemilu DPP PKS.
Bahwa forum yang diprakarsainya bernama Indonesia Leaders Talk itu karena Mardani sangat tertarik dengan masalah kepemimpinan. “Sekolah yang beliau dirikan pun bernama Mardani Leadership School,” ujar Haldi Panjaitan, orang kepercayaan Mardani. Haldi bertugas sebagai moderator di ILT, sejak forum itu lahir. Ia termasuk yang ikut merumuskannya.
Haldi orang Medan: alumnus SMAN 1 di sana. Lalu masuk ITB: elektro –arus lemah. Kini Haldi punya perusahaan konsultan IT. Menurut Haldi ILT menonjolkan pemikiran leadership yang pro pada logika, etika, dan akal sehat.
Saya lihat kadang etika itu tonjolkan sedemikian tinggi sampai saat membahas situasi krisis sekarang ini pun Mardani menyandarkan diri pada keteladanan Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad.
Topik kepemimpinan dalam krisis itulah yang diberikan ke saya. Seolah Indonesia sudah dalam krisis sehingga pemimpinnya harus bagaimana.
Saya sendiri melihat pemimpin kita sepertinya tidak percaya sekarang ini sedang krisis. Buktinya tidak ada langkah yang saya nilai bisa mencerminkan ”langkah krisis”.
Memang ada resuffle kabinet belum lama ini. Tapi jauh dari ”resuffle rasa krisis”. Kabinet juga tetap dipertahankan gemuk pertanda tidak ada urgensi melangsingkannya. MBG juga jalan terus. Koperasi Desa Merah Putih idem dito. Penghematan pun masih sebatas seruan.
Berarti pemerintah beranggapan keadaan baik-baik saja. Mungkin pemerintah justru ingin berkilah ke pihak yang menganggap sekarang ini sedang krisis: ekonomi justru tumbuh lebih tinggi: 5,61 persen.
Soal harga-harga yang dibilang naik? Pemerintah punya kilahnya: buktinya inflasi sangat rendah.
Kan rupiah anjlok? Pun ada kilahnya: itu hanya siklikal (Lihat Disway 7 Mei 2026/Panda Dimsum).
Bagaimana dengan merosotnya harga saham di bursa? Tetap ada kilahnya: itu demam jangka pendek saja karena lagi ada penyehatan di bursa saham. Setelah itu harga akan naik lagi dan bursa saham sudah lebih sehat.
Kesimpulannya: jangan-jangan Anda memang sedang berbeda pendapat dengan para pimpinan di pemerintahan. Di sini bilang ada krisis, di sana bilang sebaliknya.
Itu ibarat rujak sentul: satu ngalor satu ngidul –satu pihak ke utara, pihak lainnya ke selatan.
Jangan-jangan RG tidak hanya pensiun dari ILT tapi juga dari semua mimbar kritis di luar Istana. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 9 Mei 2026: James Freddy Sundah
Liam Then
Bang James F Sundah sudah pesan pergi melayat tak boleh pakai putih atau hitam. Artinya tak boleh ikut berduka. Jadi saya komentsr humor saja. Ini gara-gara baca komentar Ko Juve di bawah. Tiga sekawan ketemu, mereka ini semuanya sangat pelit, dan tak mungkin memberikan hutangan. Jadi setiap ketemu, mereka selalu ungkapkan posisi keuangan mereka yang susah : Pendi : “aku, belakangan belajar bahasa Jepang, ingat dulu waktu kecil cuma hapal, sakukurata” Jepi : “sama, aku belajar kata baru lagi hari ini, tapi Mandarin. katanya gampang ingat, ada kata bulan ke 5 , “Mei You Chien” Liam Kweni : gaes, aku tak pandai jepang atau mandarin. Tapi coba liat ini, dompetku sudah bisa jadi songkok.
Juve Zhang
PM Lie Kuan Yew sering pake Songkok kalau mengunjungi komunitas Melayu Singapura…. penerus nya gak ada yang pernah pake songkok…klu saya tiap Senin pake songkok di sekolah menengah dulu….sudah biasa…
Wilwa
RIP James Freddy Sundah. Dan kau lilin-lilin KECIL… Sanggupkah kau mengganti… Sanggupkah kau memberi seberkas CAHAYA… (James F Sundah, 1977) Di depan sana CAHYA KECIL tuk memandu…. Tak hilang arah kita berjalan… Menghadapinya… Usah kau simpan lara sendiri… (Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya, 1995)
Bahtiar HS
Para pelayat diminta untuk tidak mengenakan pakaian hitam atau putih –yang biasa untuk melambangkan duka. ### Jadi teringat ustadz saya, yang mengisi kajian kami tiap Jumat malam. Beliau terkena virus Covid-19 tipe D waktu zaman Covid dulu yg cepat sekali penularannya itu. Yg banyak pasien tidak kebagian tabung oksigen itu. Beliau pada akhirnya kapundhut. Saat sebelum kapundhut sempat berpesan kepada keluarganya utk mengucap kalimat syukur hamdalah: alhamdulillah ‘ala kulli haal kalau beliau meninggal, dan tidak boleh berduka atas kepergiannya. Mugi2 beliau husnul khatimah. Aamiiin.
Bahtiar HS
Saya berutang terima kasih pada James F Sundah. Sebab lagu “Lilin-lilin Kecil” adalah salah satu lagu andalan saya ketika ditodong menyanyi / karaoke di suatu acara karena yg suaranya bagus2 dan merdu sudah maju semua. Lilin-lilin Kecil adalah bagian dari sedikit lagu yg saya hapal. Kalau itu sdh dinyanyikan orang, pilihan lain: Widuri (diviralkan oleh Bob Tutupoly) atau Tanpamu (diviralkan oleh Tety Kadi). Jadi ketahuan saya trmsk angkatan thn berapa :)) James skrg sdh tiada. Tp lagu2nya kan abadi. Dan kau LIlin-lilin Kecil kan berpijar, memberi seberkas cahaya, menyengat seisi dunia. Terima kasih dan Selamat jalan, James.
Wilwa
Dan apa definisi sederhana orang Chinese mengenai kekayaan (noun) atau kaya (adjective)? Fù 富. Hanya beda nada/intonasi dengan Fú 褔 (keberkahan, berkah). Di aksara 富 ini, pakaian/sandang 衣 diganti dengan papan/rumah 宀. Dan di taruh di atas 一、口、田. Jadi punya rumah itu adalah sebuah kekayaan! Demikian filosofi orang Chinese purba. Orang Kanekes Jero (=“Baduy Dalam”) yang punya rumah yang dibikin dari alam sekelilingnya adalah orang kaya yang sesungguhnya! Tak perlu uang untuk membangun rumah! Mampukah kita yang terbiasa dengan kehidupan modern bisa hidup penuh keberkahan dan kekayaan seperti orang Kanekes Jero? Saya seperti 99,9999% orang Indonesia tak mampu walau saya mau hidup “back to nature” seperti orang Kanekes Jero…. Meninggalkan semua kenyamanan dan kenikmatan yang diberikan kehidupan modern yang penuh gemerlap cahaya lampu listrik, nyamannya rumah yang penuh dengan berbagai peralatan elektronik, dan smartphone di genggaman…
Wilwa
Dan apa definisi sederhana orang Chinese mengenai kekayaan (noun) atau kaya (adjective)? Fù 富. Hanya beda nada/intonasi dengan Fú 褔 (keberkahan, berkah). Di aksara 富 ini, pakaian/sandang 衣 diganti dengan papan/rumah 宀. Dan di taruh di atas 一、口、田. Jadi punya rumah itu adalah sebuah kekayaan! Demikian filosofi orang Chinese purba. Orang Kanekes Jero (=“Baduy Dalam”) yang punya rumah yang dibikin dari alam sekelilingnya adalah orang kaya yang sesungguhnya! Tak perlu uang untuk membangun rumah! Mampukah kita yang terbiasa dengan kehidupan modern bisa hidup penuh keberkahan dan kekayaan seperti orang Kanekes Jero? Saya seperti 99,9999% orang Indonesia tak mampu walau saya mau hidup “back to nature” seperti orang Kanekes Jero…. Meninggalkan semua kenyamanan dan kenikmatan yang diberikan kehidupan modern yang penuh gemerlap cahaya lampu listrik, nyamannya rumah yang penuh dengan berbagai peralatan elektronik, dan smartphone di genggaman…
Juve Zhang
Camino laku spritual 100 km jalan kaki sangat legendaris….tapi yg lebih legendaris dilakukan oleh Master Hsu Yun… artinya Empty Cloud…. seorang Master Budhha yg ingin meringankan kehidupan Ibunya yg meninggal waktu melahirkan beliau….maka Master Hsu Yun melakukan ritual legendaris San Bu Yi Bai….Three Steps One Bow….Tiga Langkah kaki disambung satu bungkuk badan dengan berdiri di dengkul kaki….jelas ini ritual laku yg super lelah dan legendaris konon Master Hsu Yun melakukan ribuan kilometer demi sang Ibu yg meninggal waktu melahirkan beliau…. sungguh suatu laku spritual yang legendaris…master Hsu Yun hidup lebih dari 100 tahun….
Liáng – βιολί ζήτα
selingan “You Raise Me Up” “You Raise Me Up” lagu yang sarat akan makna, secara singkat – berkisah tentang “kehadiran” orang lain, ketika seseorang dalam kondisi terpuruk. Kehadirannya memberi semangat untuk kuat melewati kesulitannya….. Lirik lagu “You Raise Me Up” ditulis oleh Brendan Graham dari Irlandia, sedangkan musiknya oleh Rolf Løvland dari Norwegia. Original singer-nya Brian Kennedy dari Irlandia yang dirilis tahun 2002, sayang sekali tidak begitu sukses. Kemudian, justru menjadi hit global setelah penyanyi Amerika Josh Groban merilisnya pada tahun berikutnya, 2003. Dan, semakin populer setelah grup Westlife dari Irlandia merilisnya juga pada tahun 2005. Lagu “You Raise Me Up” konon sudah di-aransemen ulang lebih dari 1.400 kali dalam 40an bahasa di seluruh dunia. Suatu pencapaian yang luar biasa. Hal yang menarik dari lagu ini adalah dasar musiknya….. “Londonderry Air”. Lagu “You Raise Me Up” melodi-nya terinspirasi oleh lagu tradisional Irlandia “Danny Boy” – lagu balada terkenal yang menggunakan melodi tradisional Irlandia “Londonderry Air” yang berasal dari County Londonderry. [1/2]
Ardi Suhamto
Saran saya ke abah,. Tetep lanjut Camino. Nanti Ibu Lia bisa minta doa st.
James di santiago de campostela
djokoLodang
-o– Seribu Tahun Sewu Warsa … Yang paling berharga bagi Lia adalah: James masih bisa berkonsentrasi untuk menciptakan lagu khusus bagi sang istri: Seribu Tahun Cahaya. Lagu itu sudah dirilis tahun lalu dengan penyanyi Claudia Emmanuela Santoso…. *) Terima kasih, Abah. Saya sudah nonton videonya. Jadi teringat ada lagu jawa, yang sudah lama rilis, lebih dari10 tahun yang lalu. Liriknya sarat makna dan sangat puitis. Kidung Wahyu Kalaseba https://youtu.be/RtbwsdFxdls Petikan liriknya: Ampuh sepuh wutuh, tan kena wisa paneluh. Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah. Satriya tata sembada, Wiratama katon sewu kartika ketaman wahyu Kalaseba Sri Narendra Kalaseba, winisuda ing gegana datan gingsir sewu warsa Lagu Wahyu Kalaseba ini sudah dinyanyikan oleh berbagai artis di Indonesia. Dengan berbagai versi genre musik. Versi asli, dangdut, koplo, campursari, heavy rock. Bahkan belakangan ada versi orkestra lengkap. –0-
Wilwa
Ice cream. Hmmm. Ada dua jenis ice cream. Yang satu dari susu sapi dan yang lain dari minyak nabati (baca: minyak goreng sawit). Yang satu muahaaaal yang lain muraaah. Hampir semua merk ice cream di kononhaha dibuat dari minyak nabati. Saya jarang makan ice cream dan sejak tahu bahan baku ice cream tambah jarang lagi. Bayangkan apa reaksi tubuh bila diasupi minyak goreng dalam jumlah yang besar yang disamarkan dalam bentuk cream lembut aneka rasa. Kalau mau makan ice cream pilihlah yang bahan bakunya susu sapi yang harganya berkalilipat dari ice cream sawit. Tapi Ryu Hasan bilang begini: budaya mengarahkan evolusi, orang Belanda sudah ribuan tahun konsumsi susu sapi (dan keju) sehingga 80% orang Belanda punya enzim untuk mencerna susu, sedangkan orang Indonesia baru konsumsi susu (dan produk turunannya) setelah diperkenalkan oleh Belanda, sehingga konon hanya sekitar 10% orang Indonesia yang punya enzim untuk mencerna susu, enzim mencerna susu secara alamiah lenyap setelah bayi mamalia disapih induknya. Jadi kasih susu ke lansia supaya sehat itu dibohongi produsen susu. Bisa bikin inflamasi/radang kalau tak punya enzim pencerna susu. Tapi budaya minum susu bisa membuat homo sapiens pelan-pelan punya enzim pencerna susu hingga lansia. Hmmmm
djokoLodang
-o– … Sehari sebelum meninggal James minta es krim. … *) Teringat almh. ibu saya yang meninggal di rumah saya pada 2008. Malam sebelumnya, kira-kira jam 22.00, beliau minta eskrim. Setelah itu, beliau tertidur. Dinihari esoknya, mejelang subuh, beliau terjaga. Tak lama kemudian meninggal dengan senyuman. –0-
riansyah harun
Saya kaget luar biasa saat membaca tulisan Pak Dahlan pagi ini. James si pencipta lagu Lilin Lilin Kecil yang fenomenal itu, telah pergi untuk se lama lamanya. Dipanggil kembali oleh sang Pemiliknya. Lagu Lilin Lilin Kecil itu, begitu amat meledak sejak saya masih SMA, Tahun 1997. Lagu itu masuk dalam kelompok 10 lagu pilihan Prambros, dan menjadi lagu idola anak muda di masa itu. Semua pada menyanyikannya. Baik di acara ulang tahun, acara perpisahan sekolah, di pesta, dan berbagai moment lainnya. Dan herannya, lagu itu seperti abadi dan tetap kuat magnetnya di saat mendengarkannya, sampai saat ini. Rasanya lagu itu menjadi abadi bersama kepergian sang maestro musik. Dan sayapun yakin, dalam waktu beberapa jam kedepan ini, lagu tersebut akan menjadi trending kembali dan bertahan di tangga musik Indonesia. Selamat jalan pak James F Sundah. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, akan memberi jalan mulus untuk sampai ke akhirat nanti. Aaamiieenn… Aaamiieenn….
Nimas Mumtazah
Kehilangan orang terdekat sakitnya luar biasa. Lebih lama hidup bersama pasangan di banding ortu. Ada banyak kenangan yang tak bisa ulang. Sunyi datang tanpa permisi. Selamat jalan Pak James.. Cahaya mu tak pernah pudar Namamu tetap abadi di hati orang² tercinta, penggemar syair² syahdumu. Tak ada kata yg layak, selain doa² indah yang di sematkan.
Jhel_ng
Lirik berpadu dengan nada, tempo, aransemen menjadi sebuah penghayatan. Penghayatan menjadi sebuah perenungan. Perenungan menjadi sebuah sikap…. Di masa penuh kegelapan itu, banyak orang tua yang mempertanyakan dalam perenungan itu, “Apa atau siapa lilin kecil itu? Dia hanya benda kecil yang nyalanya bisa padam. Bisa apa lilin kecil itu? Tidak, harusnya ini sebuah kiasan? Kiasan namun perlu dibuat nyata?” Maka di kegelapan, dengan penghayatan panjang, diputuskan melalui perenungan, diambillah sikap: Lilin disematkan sebagai sebuah nama pada anaknya. . Lagu yang liriknya bagus nadanya belum tentu. Demikian juga faktor-faktor lain. Tapi lilin-lilin kecil, jelas lagu yang “dapet banget” feelnya. . Istriku bernama Lilin, apakah itu wajar apabila ketika mendengar lagu Lilin-lilin Kecil, yang kuingat adalah istriku dibanding pencipta lagunya? Bah, jadi perenungan baru ini…. . Rest in Peace Bapak James F. Sundah. Tetap bahagia, mencipta lagu, dan bernyanyi di surga sana.
Runner
Sebagian orang pernah merasakan berada dititik gelap. Lagu “lilin-lilin kecil” hadir sebagai penyemangat yang kesannya tidak menggurui. “Lilin-lilin kecil”, kadang menjadi pengingat bahwa sekecil apapun kebaikan dan usaha, bisa sangat berarti bagi sekitar kita.
Nusantara Hijau
Sebenarnya masih ada satu acara yang ingin kami lakukan bersama James dan Lia: Camino. Yakni perjalanan suci ke Katedral St. James di Santiago di Spanyol barat laut. Mestinya kami lakukan dua tahun lalu. Tertunda. Kini tidak mungkin lagi. James Freddy Sundah sudah tiada. Masih mungkin. Bahkan harus. Meskipun tanpa James F. Sundah.Tapi bersama Lia Sundah. Atau bersama Bu Nafsiyah. Pakai kursi roda. Atau bersama Azrul. Pakai sepeda. St.James menunggu orang -orang terdekat James F. Sundah. Karena bisa jadi Ruh James F. Sundah sudah di Santiago sebelum Camino. Menyanyikan sekaligus menyalakan Lilin lilin kecil di sana.
DEgun BALI
Beritanya orang mati, orang sakit, Dari dulu sudah ada itu. Buatlah berita yg berkualitas. Wartawan senior beritanya kaya org baru dilantik jadi anggota PWI.
siti asiyah
RIP-James F Sundah Ingatan saya tentang James F Sundah adalah saat sma mendengar lagu : sakukurata. Dan saya hanya sebatas penikmat musik sebagaimana warga kebanyakan, lagunya enak, senang mendengarkan, sekali waktu menirukan. Sebagaimana pula warga kebanyakan, punya asuransi kesehatan sekedarnya, nyaris tak pernah chek kesehatan rutin atau berkala. Seumur hidup baru sekali chek kesehatan saat awal pak PS berkuasa, diadakan oleh puskesmas di pendopo kecamatan saya. Sebagaimana pula kebanyakan warga, menerima sakit dengan ikhlas dan usaha pengobatan semampunya.Tak pernah bisa memilih yang terbaik. Menerima sakit sebagaimana dawuh-e guru ngaji sebagai penggugur dosa dengan optimisme : Orang sakit makbul doa-nya. Nantipun bila mati, dipulasara dengan sederhana sebagaimana warga biasa umumnya.Tak ada karangan bunga apalagi meminta dresscode tertentu bagi pelayatnya. Terimakasih untuk almarhum James F Sundah yang telah menghibur kami, sebagaimana dawuh-e Mbah Nun ( EAN ) saat sedane mbah Surip : Allah sudah pasti menerima amalnya James F Sundah, sebab beliau sudah menghibur rakyat Indonesia. Sebagaimana umumnya warga biasa Indonesia, sekedar penghiburan-lah yang membuat kami bertahan. Terimakasih sudah menghibur kami, amal kebajikan yang terus menyambung tak pernah henti.
Lagarenze 1301
Izin, lancang menambahkan ending CHD hari ini: James Freddy Sundah sudah tiada. Tapi Lilin Lilin Kecil akan terus menyala. Hingga Seribu Tahun Cahaya.
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
ES KRIM TERAKHIR JAMES SUNDAH.. Di seluruh tulisan itu, saya justru berhenti lama di satu adegan: Es krim. Bukan di rumah sakit. Bukan di kanker stadium empat. Tapi di satu gelas rum raisin yang dimakan berdua. Begitulah hidup sering mengejek manusia. 1) Kita sibuk mengejar obat paling mahal, 2) Teknologi paling canggih, 3) Dokter paling top. Ujung-ujungnya, kenangan terakhir justru sederhana: Suami-istri itu berbagi es krim di pinggir jalan. Di New York. James Sundah ternyata tidak sedang melawan maut di detik terakhirnya. Ia sedang menikmati hidup. 1) Pelan-pelan. 2) Dengan kursi roda. 3) Dengan udara Mei yang dingin. 4) Dengan istrinya sendiri yang mendorong. Di situ saya sadar, cinta pada usia tua memang berubah bentuk. Tidak lagi banyak kata “sayang”. Tidak ada drama sinetron. Yang ada: 1) Menyuapi makan. 2) Mengingatkan obat. 3) Menahan panik. 4) Dan diam-diam menghitung napas. Humor hidupnya juga pahit-manis. Dulu James menciptakan lagu untuk banyak penyanyi besar. Kini tubuhnya sendiri malah seperti kaset lama: Pitanya masih bagus, tapi mesinnya mulai aus. Namun satu hal pasti: 1) Orang boleh pergi. 2) Tapi lagu punya kebiasaan bandel: Lagunya abadi. Dan menolak ikut dimakamkan.
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
@pak Hasyim Muhammad Abdul Haq Ysh.. APPS DISWAY DAN PAK HASYIM.. 1) Usul bapak masuk akal. Bahkan sangat masuk akal. Perusuh zaman now memang perlu “rumah sendiri”. Biar tidak terus-terusan olahraga jempol: scroll naik, scroll turun, cari komentar sendiri seperti mencari sandal hilang di masjid. 2) Saya setuju dibuat apps Disway. Isinya lengkap. Ada CHDI, berita daerah, notifikasi komentar, tag sesama Perusuh, kirim foto, kirim link, sampai mungkin tombol “damai sebelum perang komentar”. 3) Karena itu, demi dan atas nama sesama Perusuh, saya setuju menunjuk pak Hasyim untuk ikut mewujudkan apps tersebut. Bekerja sama dengan kru Disway. Dengan pak Tommy dan kawan-kawan. 4) Sekalian saja. Pak Hasyim saya tunjuk jadi editor apps Disway. Soal gaji, nego langsung dengan pak Tommy ya. Saya tutup mata. Tidak minta bagian. Bahkan tidak minta bonus kuota. He he. Maafkan daku. Kalau apps ini jadi, mungkin notifikasi paling ramai justru bukan berita. Tapi perang komentar antar Perusuh. Itu sudah takdir digital.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
CHDI seharusnya dibuatkan mobile apps. Sehingga mempermudah Perusuh untuk komentar, nge-tag Perusuh lain, dapat notifikasi, bagi foto, bagi link, dll, seperti ketika berkomentar di Facebook. Sekarang, kita sulit tahu apakah komentar kita dikomentarin Perusuh lain atau tidak karena tak ada notifikasi. Kita harus scroll panjang lebar dulu menemukan komentar kita. Di HP saya ada 3 apps buatan mas Azrul Ananda yaitu: Persebaya, DBL Play, dan Main Sepeda. Sang anak punya 3 apps, tapi sang bapak nggak dibuatin. Tega banget sih mas Azrul ini. Apps bisa dinamakan Disway. Tapi isinya ada CHDI, ada berita Disway lainnya, ada Disway daerah, dan bisa juga ada Happy Wednesday juga biar mas Azrul kembali aktif menulis juga. Kalau ada apps Disway, pengunjung apps yang ke CHDI setiap harinya bakal mengalahkan pengunjung 3 apps mas Azrul digabung jadi satu. Itu menurut prediksi saya.
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
DUA MANTAN MENHAN TIONGKOK DIHUKUM MATI KARENA KORUPSI.. Dua mantan Menteri Pertahanan Tiongkok, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun. Putusan itu diumumkan pengadilan militer Tiongkok, Kamis lalu. Vonis mati itu praktis berubah menjadi penjara seumur hidup setelah dua tahun. 1) Tanpa ada potongan hukuman. 2) Tanpa pembebasan bersyarat. 3) Seluruh aset pribadi mereka juga disita negara. Keduanya dinyatakan bersalah menerima suap. Nilainya tidak diumumkan rinci. Tetapi Beijing sedang keras-kerasnya menyapu korupsi di tubuh militer. Sapu besi itu kini menyentuh jenderal bintang empat. Bahkan mantan menteri. Wei Fenghe menjabat Menhan periode 2018-2023. Kursinya lalu digantikan Li Shangfu pada Maret 2023. Namun umur jabatan Li pendek sekali. Baru beberapa bulan, ia mendadak hilang dari publik. Rumor pun beterbangan seperti drone tanpa radar. Oktober 2023, ia resmi dicopot. Di Tiongkok, korupsi bukan sekadar soal uang. Itu juga dianggap ancaman disiplin partai dan stabilitas negara. ### Di negara lain peradilan perkara korupsi, konon masih memandang bulu. Dan masih terserah “lu”. Bukan gue..










