INDOPOSCO.ID – Upaya berkelanjutan yang dijalankan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) akhirnya menuai pengakuan internasional. Enam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mereka sukses mencuri perhatian dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 23-24 April 2026.
Forum bergengsi ini menghadirkan pemikir global, Richard David Hames, sebagai keynote speaker, sekaligus menjadi panggung bagi perusahaan-perusahaan dunia untuk menunjukkan inovasi terbaik dalam praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Enam program unggulan tersebut berasal dari berbagai entitas di bawah PHI, termasuk PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, PT Pertamina Hulu Mahakam, serta unit operasi PT Pertamina EP di Sangatta dan Tanjung.
Manager Communication, Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi, melainkan refleksi dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan.
“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengarusutamakan praktik tanggung jawab sosial dan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam setiap lini kegiatan operasi perusahaan,” ujar Dony.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan CSR tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besar perusahaan. “Kami percaya bahwa keberlanjutan produksi migas di masa depan ditentukan oleh keberhasilan dalam menerapkan prinsip-prinsip ESG dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis perusahaan,” tutur Dony.
Di antara deretan prestasi tersebut, PEP Tanjung Field mencetak capaian tertinggi dengan meraih Platinum untuk kategori pemberdayaan perempuan lewat program SEKARA JIRAK. Sementara itu, PEP Sangasanga Field juga meraih Platinum melalui program Prokesmas Puja yang fokus pada isu kesehatan masyarakat seperti TBC dan stunting.
Tak ketinggalan, PEP Sangatta Field meraih Bronze melalui program ECO STEP Semberah yang mengusung pertanian organik berkelanjutan. Di sisi lain, PHSS menorehkan prestasi di bidang lingkungan melalui program BIO KOSMO (Silver) dan BALANIPA RECYCLE (Bronze) yang mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Head of CRC Zona 9, Dharma Saputra, menilai keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak.
“Kolaborasi menjadi fondasi utama dalam setiap inisiatif yang kami jalankan. Kami melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari para penerima manfaat, pelaku UMKM, hingga BUMDes, dalam merancang dan mengimplementasikan program-program CSR di wilayah operasi perusahaan,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas dampak sekaligus menjaga keberlanjutan program di lapangan.
Tak hanya di tingkat global, kinerja lingkungan PHI juga diakui secara nasional lewat penghargaan PROPER Hijau 2025 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI. Penghargaan ini diterima melalui program ECO STEP Semberah dalam seremoni di Taman Mini Indonesia Indah pada 7 April 2026.
Sementara itu, PHM turut bersinar dengan meraih Platinum dalam kategori pendidikan melalui program Sekolah Negeri Terapung yang menyasar anak-anak di wilayah pesisir Delta Mahakam.
Head of CRC Zona 8, Achmad Krisna Hadiyanto, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan.
“Kami meyakini pendidikan sebagai salah satu fondasi utama untuk membangun masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas, serta menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” kata Achmad.
Ia menjelaskan bahwa berbagai inisiatif pendidikan yang dijalankan telah memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan fasilitas hingga akses pendidikan tinggi.
“Capaian ini merupakan bukti bahwa program-program CSR perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi dan mendapatkan pengakuan di tingkat global,” tambahnya.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi PHI sebagai perusahaan energi yang tak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.(her)











