INDOPOSCO.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI resmi membuka pelatihan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) 2026 secara daring, Senin (4/5/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas budaya olahraga hingga ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Pelatihan yang digelar melalui platform digital ini diikuti peserta dari 38 provinsi, mencerminkan tingginya antusiasme lintas profesi, mulai dari Tentara Nasional Indonesia-Kepolisian Republik Indonesia (TNI-Polri), Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga sektor swasta. Mereka yang lolos seleksi akan menjalani pembelajaran berbasis learning management system (LMS) yang telah disiapkan.
Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga, pada Kemenpora RI, Khairil Adha, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inovasi Kemenpora dalam memperluas jangkauan pembinaan olahraga nasional.
“Kegiatan ini bagian daripada inovasi yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Pembudayaan Olahraga, untuk terus menjangkau dan menghasilkan tenaga penggerak olahraga nasional di seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Khairil di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ia juga menyebut tingginya partisipasi sebagai sinyal positif.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari seluruh kalangan di Indonesia,” tambahnya.
Pelatihan TPON dirancang tidak sekadar meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk agen perubahan sosial.
Deputi Pembudayaan Olahraga, Kemenpora RI Sri Wahyuni, menjelaskan modul pelatihan telah disusun bersama para pakar dan pemangku kepentingan.
“Kami langsung berkoordinasi dengan para pakar dan seluruh stakeholder dibantu dengan para pejabat-pejabat terkait di Kemenpora. Sehingga lahirlah enam modul setidaknya khusus untuk bidang tenaga penggerak olahraga nasional,” jelasnya.
Menurut Sri Wahyuni, olahraga kini telah berevolusi menjadi instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Tidak hanya soal kebugaran, tetapi juga kesehatan mental, kohesi sosial, hingga inklusivitas.
“Program TPON ini adalah suatu terobosan. Program ini dirancang untuk melahirkan para penggerak di seluruh Indonesia, yang mampu menjadi motor perubahan dalam memberdayakan olahraga di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dalam pelatihan ini, peserta diajak memahami olahraga sebagai sarana pemberdayaan, termasuk mengidentifikasi hambatan partisipasi dari berbagai aspek. Mereka juga dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan ruang aman dan inklusif.
“Lebih jauh dalam pelatihan ini juga nanti Bapak dan Ibu, teman-teman sekalian, para peserta akan menemukan modul yang menegaskan peran sentral tenaga olahraga sebagai agent of change. Sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya mengajarkan gerakan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, meruntuhkan stigma dan menciptakan ruang aman bagi semua kalangan,” papar Sri.
Peserta juga dibekali metode TREE (Teaching styles, Rules, Environment, Equipment) sebagai pendekatan praktis dalam merancang aktivitas olahraga adaptif.
Di akhir program, peserta akan didorong untuk menjaga keberlanjutan gerakan olahraga di komunitas masing-masing.
“Dan yang paling penting, teman-teman sekalian para peserta, di bagian akhir nanti akan ada modul yang menekankan pentingnya evaluasi, pentingnya keberlanjutan program, serta rekomendasi-rekomendasi kebijakan komunitas,” tegasnya.
Sri berharap peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga membawa semangat perubahan.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini Saudara tidak hanya membawa sertifikat, tetapi membawa misi untuk menggerakkan masyarakat, menumbuhkan kesadaran hidup sehat, serta menjadikan olahraga sebagai budaya yang hidup di setiap lingkungan,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Sri mengajak seluruh peserta menjadi bagian dari perubahan besar. “Jadilah penggerak yang memberi dampak. Jadilah pelatih yang menyalakan harapan. Jadilah teladan bagi masyarakat semua kalangan, jadilah bagian dari perubahan besar bangsa ini,” ajaknya.
“Pesan saya, serap ilmunya, kuatkan tekadnya, bangun jejaringnya, dan lanjutkan perjuangannya. Mari kita sukseskan program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga, nama programnya adalah TPON, demi mewujudkan Indonesia bugar, Indonesia sehat, dan Indonesia maju,” tambahnya.(her)











