INDOPOSCO.ID – Pihak kepolisian memastikan akan segera menggelar perkara kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, meski jadwal pastinya belum ditentukan.
Kepala Seksi Pengolahan dan Analisa (Kasi Pullahjianta) Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe mengatakan, gelar perkara itu menjadi tahapan krusial untuk mendalami penyebab tabrakan antara KA jarak jauh dan KRL Commuter Line tersebut
“Pasti, gelar perkara akan dilakukan untuk kepentingan penyidikan yang transparan dan profesional,” kata Sandhi Wiedyanoe saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Ia sebelumnya menyatakan, bahwa langkah gelar perkara dilakukan sebagai upaya untuk memastikan strategi penyidikan kasus kecelakaan tersebut berjalan tepat sasaran.
“Tentunya akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu. Agar strategi penyidikannya tepat. Kemungkinan minggu depan,” ujar Sandhi terpisah dalam keterangannya, Kamis (29/4/2026).
Kecelakaan itu bermula saat taksi listrik (Green SM) mogok di perlintasan Ampera, tertabrak KRL, lalu berakibat KA Argo Bromo Anggrek menabrak belakang KRL di Stasiun Bekasi Timur. Polisi mendalami empat faktor: lingkungan, jalan, kendaraan, dan kelalaian pengemudi atau petugas.
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah memeriksa 24 orang terkait kasus kecelakaan kereta api jarak jauh dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dalam tiga hari terakhir, 28-30 April 2026.
“Penyidik telah memeriksa 24 orang dan tujuh orang saat ini sedang dilakukan permintaan keterangan yang ada di KCI Manggarai,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Budi Hermanto terpisah di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Saksi-saksi yang diperiksa tersebut meliputi Kepala Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api (Kapusdal) KAI, petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), serta petugas sinyal.
“Yang pertama adalah Kapusdal KAI, yang kedua PPKA, ketiga petugas sinyal, yang keempat masinis KRL Commuter, kelima masinis Argo Bromo Anggrek, yang keenam asisten masinis Argo Bromo Anggrek, dan yang ketujuh pengendali,” imbuh Budi Hermanto. (dan)











