INDOPOSCO.ID — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta meningkatnya tekanan isu lingkungan kini mulai mengubah wajah dunia teknik sipil. Insinyur masa depan tidak lagi hanya dituntut membangun struktur yang kokoh, tetapi juga harus mampu merancang infrastruktur yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Agustinus Agus Setiawan, S.T., M.T., IPM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Struktur dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Universitas Pembangunan Jaya.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Agus menegaskan bahwa dunia teknik sipil saat ini berada di persimpangan besar antara disrupsi teknologi dan krisis lingkungan global. Menurutnya, integrasi AI dalam proses rekayasa serta penerapan prinsip keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.
“Insinyur masa depan tidak cukup hanya mampu membangun struktur yang kuat, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa industri konstruksi selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi karbon global, sehingga inovasi material serta pendekatan konstruksi hijau menjadi sangat penting. Di sisi lain, teknologi AI membuka peluang besar dalam meningkatkan efisiensi desain, optimasi material, hingga pemantauan kinerja struktur secara real-time.
Meski demikian, Prof. Agus menekankan bahwa peran manusia tetap menjadi faktor utama dalam setiap proses rekayasa.
“AI adalah alat bantu. Keputusan tetap berada di tangan insinyur yang memiliki tanggung jawab etis dan profesional,” tegasnya.
Pengukuhan ini didukung oleh rekam jejak akademik dan riset Prof. Agustinus yang panjang. Ia menempuh pendidikan Sarjana di Universitas Katolik Soegijapranata, Magister di Institut Teknologi Bandung, dan meraih gelar Doktor di Universitas Tarumanagara.
Penelitiannya banyak berfokus pada pengembangan dan pemodelan berbasis AI untuk material beton rendah karbon dalam industri konstruksi berkelanjutan, termasuk pemanfaatan limbah organik dan non-organik sebagai bahan pencampur beton ramah lingkungan.
Selain aktif dalam bidang akademik, Prof. Agus juga terlibat dalam berbagai program pengabdian masyarakat, seperti teknologi pengolahan ikan asin berbasis greenhouse di Pandeglang, Banten, serta pengembangan UMKM melalui inovasi digital di Tangerang.
Ia juga dikenal aktif menulis sejumlah buku ajar, di antaranya Pengantar Struktur Beton Prategang, Perancangan Struktur Beton, Analisis Numerik, dan Perancangan Struktur Baja. Tidak hanya itu, Prof. Agus turut aktif membimbing mahasiswa dalam meraih berbagai hibah kemahasiswaan dari Kemdiktisaintek.
Acara pengukuhan ini dihadiri jajaran pembina, pengawas, dan pengurus Yayasan Pendidikan Jaya, pimpinan unit usaha Jaya Group, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum., serta mitra strategis UPJ seperti British Council yang diwakili Partnership Account Manager Abdurrohman.
Turut hadir pula akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi serta industri konstruksi nasional.
Pengukuhan ini menjadi sangat istimewa karena Prof. Agus tercatat sebagai satu-satunya Profesor di bidang Rekayasa Struktur di wilayah LLDIKTI Wilayah IV. Kehadiran berbagai pihak lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam mendorong pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sebagai bagian dari ekosistem industri Jaya Group, UPJ menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama dalam pengembangan pendidikan tinggi. Sinergi antara kampus dan industri dinilai penting untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Pengukuhan ini sekaligus menegaskan peran UPJ sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif merespons perubahan zaman, khususnya dalam mendorong transformasi pendidikan teknik sipil yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan keberlanjutan. (srv)










