INDOPOSCO.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menjadi momentum penting yang bukan hanya menetapkan pembagian dividen jumbo Rp900 miliar, tetapi juga menandai lahirnya formasi kepemimpinan baru yang digadang memperkuat tata kelola dan akselerasi transformasi digital perseroan.
RUPST yang digelar secara hybrid pada Selasa (28/4/2026) di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Provins Jawa Barat serta melalui platform eASY.KSEI, menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham dari laba bersih tahun buku 2025. Kebijakan ini menegaskan komitmen bank bjb dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah kinerja keuangan yang menguat.
Sepanjang 2025, bank bjb mencatat total aset mencapai Rp221,3 triliun, menjadikannya sebagai BPD dengan aset terbesar di Indonesia. Pertumbuhan ini ditopang penguatan pasar, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi erat dengan pemegang saham utama di Jawa Barat dan Banten.
Selain penetapan dividen, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian, termasuk pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja tahun buku 2025.
Agenda strategis lain yang disetujui meliputi pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) sebagai langkah mitigasi risiko jangka panjang, perubahan anggaran dasar seiring penunjukan bank bjb sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK), serta penunjukan akuntan publik dan kantor akuntan publik yang terdaftar di OJK.
Namun, perhatian utama publik tertuju pada agenda perubahan dan pengangkatan pengurus baru perseroan. Dalam formasi terbaru, nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ditetapkan sebagai Komisaris Utama Independen (menunggu persetujuan OJK melalui fit and proper test).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, selaku pemegang saham pengendali, menyebut rekomendasi jajaran baru ini didasarkan pada integritas dan kapasitas dalam memperkuat arah kebijakan perseroan.
“Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb yang menurut saya memiliki integritas,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Susi Pudjiastuti di jajaran komisaris akan memberi nilai strategis dalam memberikan nasihat kebijakan kepada pemerintah daerah sebagai pemegang saham utama.
Susunan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) terdiri atas Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen*, Novian Herodwijanto dan Eydu Oktain Panjaitan* sebagai Komisaris Independen, serta Rudie Kusmayadi, Herman Suryatman, dan Tomsi Tohir sebagai Komisaris.
Susunan Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) dipimpin oleh Ayi Subarna sebagai Direktur Utama, didampingi Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Hana Dartiwan sebagai Direktur Keuangan, Mulyana sebagai Direktur Korporasi dan UMKM, Nunung Suhartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel, Muhammad As’adi Budiman sebagai Direktur Teknologi Informasi, serta Herfinia sebagai Direktur Operasional.
*Berlaku efektif setelah persetujuan OJK melalui Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.
Perubahan struktur ini juga menegaskan meningkatnya peran teknologi informasi dalam strategi perseroan, seiring fokus pada penguatan layanan digital, tata kelola perusahaan yang baik, dan keberlanjutan usaha.
RUPST Tahun Buku 2025 menjadi refleksi arah baru bank bjb: memperkuat fondasi tata kelola, mempercepat transformasi digital, sekaligus menjaga konsistensi kinerja keuangan demi menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya masyarakat Jawa Barat dan Banten. (ibs)










