INDOPOSCO.ID – Atmosfer Super League 2025/2026 semakin memanas saat Persita Tangerang bersiap menjamu Bali United FC pada pekan ke-29. Laga yang digelar di Banten International Stadium, pada Kamis (23/4/2026) sore WIB, bukan sekadar pertandingan biasa—ini adalah pertarungan untuk momentum dan posisi klasemen.
Persita datang dengan beban hasil minor. Tiga pertandingan terakhir mereka berakhir dengan kekalahan tipis 1-0, sebuah pola yang cukup mengkhawatirkan bagi tim berjuluk Pendekar Cisadane. Ketajaman lini depan menjadi sorotan utama yang ingin segera diperbaiki.
Pelatih Carlos Pena tak menutup mata terhadap situasi tersebut. Ia menuntut peningkatan efektivitas di depan gawang tanpa mengesampingkan kekuatan lini belakang yang selama ini menjadi fondasi tim.
“Dalam hal gol, saya rasa pertahanan kami sangat solid sepanjang musim,” ujar Pena dalam keterangan resmi klub, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, kunci untuk keluar dari tren negatif ini adalah keseimbangan—tidak hanya menjaga gawang tetap aman, tetapi juga kembali menemukan insting mencetak gol yang sempat tajam sebelumnya.
Menghadapi Serdadu Tridatu bisa menjadi titik balik. Pena percaya, timnya hanya membutuhkan satu momen untuk mengubah segalanya.
“Jujur, saya rasa dalam sepak bola hal itu bisa terjadi karena momentum. Karena sebulan yang lalu sebelum Ramadan, kami mencetak delapan gol dalam dua pertandingan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa situasi paceklik gol ini bukanlah gambaran sebenarnya dari kualitas skuad Persita. Ada keyakinan besar bahwa para pemainnya memiliki kemampuan untuk bangkit.
“Situasi ini tidak biasa bagi kami. Kami memiliki banyak pemain di tim yang mampu mencetak gol. Jadi saya yakin, seluruh pemain juga merasakan sakit karena hal-hal seperti ini. Dan semoga kita bisa membantu para pemain mencetak gol dan memenangkan tiga poin,” tambahnya.
Saat ini, Persita berada di posisi kedelapan dengan 41 poin, hanya terpaut tipis dari Bali United yang mengoleksi 39 poin di peringkat ke-10. Artinya, hasil laga ini berpotensi menggeser peta persaingan di papan tengah klasemen.
Lebih dari sekadar tiga poin, pertandingan ini adalah ujian mental: apakah Persita mampu bangkit dari tekanan, atau justru Bali United yang mencuri momentum di kandang lawan. (her)










