• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Keterbatasan Fiskal Bukan Hambatan, BPD Diminta Jadi Motor Ekonomi Daerah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 18 April 2026 - 08:30
in Ekonomi
bpd

Penghargaan diserahkan dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (17/4/2026), mengusung tema penguatan peran Bank Pembangunan Daerah sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui inovasi pembiayaan dan pinjaman daerah. Foto: ASBANDA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peran Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) mendorong transformasi fundamental Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengemuka dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (17/4/2026). BPD dinilai tidak lagi cukup hanya menjadi “pengelola kas” pemerintah daerah, tetapi harus naik kelas menjadi orkestrator aliran dana daerah sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, di hadapan para pimpinan BPD dan pemangku kepentingan daerah. Ia menegaskan, perubahan lanskap ekonomi dan keterbatasan ruang fiskal daerah menuntut BPD mengambil peran yang jauh lebih strategis dan proaktif.

BacaJuga:

Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

Kolaborasi BTN dan Indosat Buka Jalan Baru Layanan Keuangan Digital Berbasis Ekosistem

“Ke depan, BPD tidak cukup hanya berperan sebagai pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan,” ujar Agus.

Menurutnya, BPD memiliki keunggulan struktural yang tidak dimiliki bank lain: kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman karakter ekonomi lokal, serta jaringan hingga ke pelosok. Modal ini menempatkan BPD pada posisi unik untuk memastikan setiap rupiah yang berputar di daerah menciptakan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, dan memperkuat sektor riil.

Agus menekankan, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan melambatnya pembangunan. Justru dalam situasi itu, inovasi pembiayaan menjadi kunci menjaga kesinambungan belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu instrumen strategis yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah yang tidak lagi semata difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk penguatan layanan publik, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan UMKM dan ekonomi lokal.

“Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis yang menciptakan multiplier effect, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, ASBANDA juga telah mengusulkan kepada regulator agar menghadirkan pendekatan kebijakan yang lebih presisi terhadap pembiayaan sektor publik daerah.

Agus menegaskan, usulan itu bukan bentuk pelonggaran aturan, melainkan upaya menghadirkan kerangka pembiayaan yang tepat sasaran namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent).

Untuk mendorong BPD “naik kelas”, transformasi akan difokuskan pada tiga pilar utama: penguatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan inovasi pembiayaan yang produktif dan berdampak, serta pendalaman peran BPD dalam ekosistem ekonomi daerah.

“Keberhasilan BPD ke depan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi dari kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata,” ujar Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Kita bukan superman, tapi super tim. Semua harus berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya saat manjadi pembicara kunci dalam seminar tersebut.

Ia menekankan pentingnya peran BPD dalam mendukung investasi daerah, menjaga stabilitas ekonomi, serta memperkuat sektor riil, khususnya UMKM. Menurutnya, BPD harus hadir sebagai solusi atas tantangan ekonomi daerah, mulai dari keterbatasan fiskal hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum strategis percepatan transformasi BPD menjadi institusi keuangan daerah yang lebih modern, adaptif, dan berdampak nyata. Ke depan, BPD diharapkan tidak hanya menjadi lembaga intermediasi keuangan, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (rmn)

Tags: Agus H WidodoAsbandabank pembangunan daerahBPDekonomi daerah

Berita Terkait.

Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan
Ekonomi

Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:05
Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor
Ekonomi

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

Sabtu, 18 April 2026 - 19:43
Kolaborasi BTN dan Indosat Buka Jalan Baru Layanan Keuangan Digital Berbasis Ekosistem
Ekonomi

Kolaborasi BTN dan Indosat Buka Jalan Baru Layanan Keuangan Digital Berbasis Ekosistem

Sabtu, 18 April 2026 - 18:16
Nixon LP Napitupulu
Ekonomi

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Sabtu, 18 April 2026 - 15:25
miinuman
Ekonomi

Realisasi Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Kritik Kebijakan Nutri Level Kemenkes

Sabtu, 18 April 2026 - 10:40
bumd
Ekonomi

BUMD Leaders Forum 2026: Sinergi Pembiayaan hingga Aset untuk Jakarta yang Tangguh

Sabtu, 18 April 2026 - 09:09

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.