• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ketergantungan Plastik Berbasis Minyak Picu Risiko Ekonomi Biaya Tinggi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 April 2026 - 09:38
in Gaya Hidup
Plastik

Ilustrasi plastik berbasis minyak bumi. Foto: Dok. Gapki

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada lonjakan harga energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji, tetapi juga memicu kenaikan signifikan pada harga plastik yang berbasis minyak bumi. Kondisi ini berdampak langsung terhadap industri makanan dan minuman di Indonesia.

Plastik yang diproduksi dari minyak mentah melalui proses nafta hingga menjadi bijih plastik, merupakan komponen penting dalam rantai produksi pangan, khususnya sebagai bahan kemasan. Ketika harga minyak melonjak, biaya produksi plastik ikut terdongkrak, bahkan dilaporkan naik hingga 100 persen.

BacaJuga:

Krisis Resiliensi Generasi Ancam Masa Depan Bangsa, Pendidikan Harus Berbenah

Di Balik Layar Para Perasuk, Anggun C Sasmi dan Maudy Ayunda Cerita Soal Perawatan Rambut

DKZ Resmi Bubar Usai 7 Tahun, Seluruh Member Siap Tempuh Karier Solo

Dampaknya, pelaku industri makanan dan minuman tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga jual produk mereka.

Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan konsekuensi logis dari mekanisme pasar.

“Secara hukum ekonomi, sulit menghindari dampak tersebut. Harga pangan pasti mengalami kenaikan karena kemasan plastik sudah menjadi bagian dari biaya tetap suatu produk,” ujar Tulus melalui gawai, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, dalam sistem produksi modern, kemasan plastik bukan lagi pelengkap, melainkan bagian esensial yang menentukan kualitas dan keamanan pangan.

“Plastik bahkan bisa disebut sebagai temuan spektakuler dalam menjaga keamanan pangan, karena mampu mencegah pembusukan dan kontaminasi,” jelas Tulus.

Data menunjukkan konsumsi plastik di Indonesia mencapai sekitar 66 juta ton per tahun, atau sekitar 0,5 kilogram per orang per hari. Angka ini menggambarkan tingginya ketergantungan industri dan masyarakat terhadap plastik.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa gejolak global seperti perang memiliki efek domino yang luas, dari sektor energi hingga ke dapur rumah tangga.

Tulus menilai, tanpa adanya inovasi bahan baku alternatif, ketergantungan pada plastik berbasis minyak bumi akan terus menimbulkan tekanan biaya.

“Jika terus bergantung pada plastik dari minyak bumi, maka ke depan kita akan menghadapi ekonomi biaya tinggi, apalagi cadangan minyak semakin menipis,” tambahnya.

Ia pun mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk mempercepat inovasi kemasan berbahan nabati yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (her)

Tags: BBMFKBIgas elpijiharga plastikkonflikplastiktulus abadi

Berita Terkait.

Wisuda
Gaya Hidup

Krisis Resiliensi Generasi Ancam Masa Depan Bangsa, Pendidikan Harus Berbenah

Kamis, 16 April 2026 - 13:02
Anggun
Gaya Hidup

Di Balik Layar Para Perasuk, Anggun C Sasmi dan Maudy Ayunda Cerita Soal Perawatan Rambut

Kamis, 16 April 2026 - 04:08
dkz
Gaya Hidup

DKZ Resmi Bubar Usai 7 Tahun, Seluruh Member Siap Tempuh Karier Solo

Kamis, 16 April 2026 - 03:47
bts
Gaya Hidup

BTS Masuk Nominasi “Artist of the Year” di American Music Awards 2026, Siap Ukir Sejarah Lagi

Kamis, 16 April 2026 - 01:15
Kosmetik
Gaya Hidup

Inovasi Berlanjut, Mirukaku Perkuat Posisi di Industri Kecantikan

Kamis, 16 April 2026 - 00:04
Combiphar Kampanye Pentingnya Pemenuhan Zat Besi Bagi Tubuh
Gaya Hidup

Combiphar Kampanye Pentingnya Pemenuhan Zat Besi Bagi Tubuh

Rabu, 15 April 2026 - 09:45

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2518 shares
    Share 1007 Tweet 630
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.