• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Loan Factory BTN: Strategi Cerdas Kejar Pertumbuhan Tanpa Abaikan Risiko

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 14 April 2026 - 11:01
in Ekonomi, Nasional
btn

Jajaran manajemen BTN melihat langsung proses kerja tim dalam implementasi Loan Factory guna meningkatkan efisiensi dan kualitas penyaluran kredit. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat bisnis kreditnya melalui pembangunan Loan Factory, sistem terintegrasi yang dirancang untuk mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas kredit.

Transformasi ini mengubah model kerja dari yang sebelumnya tersebar di cabang menjadi terpusat berbasis proses, sehingga penyaluran kredit lebih cepat, konsisten, dan scalable di seluruh Indonesia.

BacaJuga:

Di Sidang MK, DPR Tegaskan: Wawancara Jadi Kunci Konstruksi Peristiwa Pidana

Komisi IV Dorong Percepat Pengangkatan PPPK Penyuluh Pertanian, Target Satu Desa Satu PPL Dikebut

Purbaya “Jual” Stabilitas Indonesia ke Dunia, Investor Berebut Sinyal

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan langkah ini menjawab kebutuhan pengelolaan volume kredit besar.

“BTN itu sehari sekitar 1.000 aplikasi KPR. Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Jadi dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi dan dijalankan dengan sistem yang sama,” ujar Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, standardisasi menjadi kunci utama menjaga kualitas layanan. “Kalau mau jadi perusahaan besar, prosesnya harus sama. Syaratnya sama, cara kerjanya sama, hasilnya juga harus konsisten,” tegasnya.

Transformasi ini melanjutkan langkah sejak 2019 melalui Regional Loan Processing Center (RLPC). Kini, seluruh proses, mulai dari input data, verifikasi, analisis hingga pencairan diintegrasikan dalam satu sistem.

BTN juga menerapkan decision engine untuk mempercepat credit scoring, sehingga proses persetujuan kredit menjadi lebih cepat dan akurat. Waktu proses yang sebelumnya sekitar 6 hari kerja pun ditargetkan semakin singkat.

Nixon menegaskan keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas tetap jadi prioritas. “Kalau hanya tumbuh tanpa kualitas, itu tidak acceptable. Tapi kalau kualitas bagus tanpa pertumbuhan, itu juga tidak cukup,” tuturnya.

Dari sisi operasional, Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, menyebut Loan Factory membuat proses kerja lebih rapi dan mudah dipantau.

“Dengan Loan Factory, proses yang sebelumnya tersebar dan saling silang antar unit kerja kini menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi. Ini membuat proses menjadi lebih efisien, mudah dimonitor, serta meningkatkan kualitas tata kelola dokumen dan underwriting,” kata Nyoman.

Sementara itu, Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menilai transformasi ini sebagai evolusi penting berbasis teknologi.

“Dari proses yang sebelumnya terdesentralisasi, kemudian regionalisasi, hingga kini menjadi terpusat berbasis proses, kami memastikan kualitas proses terus meningkat dengan standar yang lebih konsisten,” ucap Setiyo.

“Dengan pendekatan ini, kami mendorong proses yang lebih akurat, efektif, dan cepat, sekaligus memperkuat pengendalian untuk meminimalkan risiko,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nixon menambahkan bahwa ke depan, BTN juga memperkuat otomasi dan pemanfaatan AI dalam proses kredit. Loan Factory menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan perumahan nasional.

“Target kita jelas, pertumbuhan harus meningkat, tapi kualitas juga harus tetap terjaga. Itu yang sedang kita bangun melalui Loan Factory ini,” tutup Nixon. (her)

Tags: btnLoan Factory BTN

Berita Terkait.

Hinca
Nasional

Di Sidang MK, DPR Tegaskan: Wawancara Jadi Kunci Konstruksi Peristiwa Pidana

Rabu, 15 April 2026 - 22:42
Abdul-Kharis-Almasyhari
Nasional

Komisi IV Dorong Percepat Pengangkatan PPPK Penyuluh Pertanian, Target Satu Desa Satu PPL Dikebut

Rabu, 15 April 2026 - 22:22
Purbaya
Ekonomi

Purbaya “Jual” Stabilitas Indonesia ke Dunia, Investor Berebut Sinyal

Rabu, 15 April 2026 - 22:02
Dirut
Ekonomi

Efek Domino Perumahan, BTN Ungkap Dampak Besar bagi Ekonomi Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 20:10
menaker
Nasional

Hadapi Isu Global Kemnaker Tolak Kerja Paksa, Ini Respons DPR RI

Rabu, 15 April 2026 - 18:28
hulu
Ekonomi

Dampak Berganda Industri Hulu Migas: Dari DBH hingga Penguatan Ekonomi Lokal

Rabu, 15 April 2026 - 18:18

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2515 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.