INDOPOSCO.ID – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Muchlas menegaskan, komitmen UAD dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
“UAD secara konsisten mengembangkan berbagai inisiatif menuju kampus berkelanjutan, mulai dari efisiensi energi, program zero waste, hingga pengembangan energi terbarukan,” ujar Muchlas dalam keterangan, Minggu (12/4/2026).
“Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan,” sambung Muchlas.
Lebih jauh Muchlas mengungkapkan bahwa universitas telah berhasil menurunkan penggunaan listrik hingga sekitar 11 persen serta mengembangkan berbagai inovasi, termasuk konversi limbah menjadi energi dan pengembangan kendaraan listrik oleh mahasiswa.
Dalam konteks akademik, menurutnya, UAD juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam isu lingkungan melalui pendekatan seperti Green Hadith dan Fiqh Hijau, yang menjadi bagian dari kurikulum dan aktivitas mahasiswa.
Sementara itu, Duta Besar Inggris, H.E. Dominic Jermey, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya UAD dalam mengembangkan pendekatan inovatif berbasis nilai dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Inggris sangat mendukung kolaborasi dengan institusi pendidikan di Indonesia dalam mendorong transisi energi yang adil dan inklusif,” katanya.
“Kami melihat UAD sebagai mitra strategis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam aksi nyata menghadapi krisis iklim,” sambungnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam agenda keberlanjutan global, serta perlunya kolaborasi lintas negara untuk mempercepat inovasi dan implementasi solusi energi bersih.
Di tempat yang sama, Direktur 1000Cahaya Muhammadiyah, Hening Parlan, menegaskan, bahwa gerakan yang diinisiasi Muhammadiyah merupakan bagian dari komitmen nilai keislaman yang berkelanjutan.
“Komitmen Muhammadiyah dalam transisi energi berkeadilan merupakan wujud dari semangat Green Al Ma’un yang diterjemahkan dalam nilai melalui Fiqh Transisi Energi Berkeadilan, serta diwujudkan dalam aksi nyata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa 1000Cahaya Muhammadiyah telah menjalankan berbagai program berbasis efisiensi energi dan transisi energi di tingkat akar rumput. “Sejauh ini, kami telah bekerja bersama 19 pondok pesantren, 20 ranting, 20 cabang, 12 masjid, dan 50 sekolah,” ungkapnya.
“Kami juga telah melatih sekitar 370 trainer efisiensi energi serta memberdayakan lebih dari 3.000 perempuan sebagai green heroes, serta menginisiasi puluhan panel surya pasca pelatihan,” sambung Hening.
Sebelumnya, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, H.E. Dominic Jermey CVO OBE. Kunjungan tersebut dalam rangka memperkuat kerja sama akademik dan mendorong dialog mengenai Just Energy Transition atau transisi energi yang berkeadilan.
Kegiatan yang berlangsung di Museum Muhammadiyah UAD ini mencakup pemutaran film pendek “1000 Cahaya”, kunjungan museum. Dan dialog interaktif bersama mahasiswa serta dosen dalam isu perubahan iklim dan keberlanjutan.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Inggris. Khususnya dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, transisi energi, dan keadilan sosial.
Hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen Muhammadiyah dalam isu energi sejak Global Forum pada November 2023 yang juga dilaksanakan di UAD. (nas)








