INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih melontarkan kritik terkait sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sistem penerimaan tersebut dinilai tidak adil bagi keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
“Ini terutama soal durasi pendaftaran jalur mandiri PTN yang terlalu panjang sampai di bulan Agustus. Bisa menghimpit PTS,” kata Fikri dalam keterangan, Senin (13/4/2026).
Fikri mengungkapkan, bahwa pembentukan Panitia Kerja (Panja) dilatarbelakangi banyaknya keluhan dari pihak PTS yang merasa terhimpit oleh kebijakan jalur mandiri PTN. Menurutnya, perlu ada sinkronisasi ulang, agar PTN tidak mengambil seluruh porsi calon mahasiswa.
“Problematikanya adalah perguruan tinggi swasta menganggap ini tidak adil. Jalur PTN itu ada yang lewat tes, ada tidak tes, kemudian diperpanjang lagi ada jalur Mandiri,” terangnya.
“Kalau memang benar memberatkan perguruan tinggi swasta, maka kita harus meluruskan. PTN itu seharusnya didorong untuk mutu, sedangkan PTS untuk mendorong aksesibilitas,” sambung Fikri.
Selain masalah jalur masuk, legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyoroti variabel waktu pendaftaran PTN yang seringkali molor hingga Juli atau Agustus. Pasalnya, hal itu dapat menutup peluang PTS untuk mendapatkan calon mahasiswa baru secara proporsional.
“Waktu itu juga dianggap PTN terlalu panjang, bahkan sampai Juli, sebagian konon katanya sampai Agustus. Nah, ini memberikan peluang PTS semakin sempit,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan terkait tumpang tindih program studi (prodi) antara kementerian. Ia melihat adanya kemiripan prodi antara institusi di bawah Kemendikdasmen-Ristek, Kementerian Agama, hingga Perguruan Tinggi Kementerian Lembaga (PTKL) yang justru saling bersaing dengan PTS.
“Ini warning buat mereka untuk harus diatur prodinya supaya saling mendukung. Mungkin nanti PTS tertentu unggulnya di bidang apa, PTS lain unggul di bidang apa, sehingga tidak saling berhimpitan atau beririsan,” jelasnya. (nas)











