• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Analisis Bukan Horoskop, Cara Publik Menyikapi Pengamat Perlu Diubah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 13 April 2026 - 19:09
in Nasional
hensat

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio atau akrab disapa Hensa. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah derasnya arus informasi, cara publik menyikapi pendapat pengamat dinilai masih belum sepenuhnya tepat. Analisis kerap diperlakukan layaknya horoskop (ramalan), dipercaya hanya ketika terasa menyenangkan, dan diabaikan saat tak sesuai harapan.

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa, menilai pola pikir semacam itu perlu diluruskan. Ia menekankan bahwa analisis tidak bisa disamakan dengan horoskop yang sejak awal memang tidak berbasis pada data yang bisa diuji.

BacaJuga:

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

“Menurut saya, bedakan antara analisa pengamat dengan horoskop, kalau horoskop ya sudah dibaca saja, mau baik, mau benar, semuanya tuh enggak perlu terlalu dipercaya karena tak ada data pasti,” ujar Hensa melalui gawai, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, setiap analisis lahir dari proses yang tidak sederhana, mulai dari pengumpulan data, pembacaan konteks, hingga penilaian terhadap berbagai variabel yang saling berkaitan. Karena itu, menurutnya, tidak adil jika kualitas sebuah analisis hanya diukur dari apakah prediksinya terbukti di masa depan.

“Analisis dan pendapat pengamat itu, kalau pun enggak kejadian perkataannya, pada dasarnya itu sudah menggunakan data,” kata Hensa.

Lebih jauh, Hensa juga menyoroti kecenderungan publik yang cenderung reaktif dan selektif dalam merespons pandangan pengamat. Ia melihat, banyak orang hanya menerima analisis yang sejalan dengan ekspektasi mereka, sementara yang tidak sesuai langsung ditolak mentah-mentah.

“Sayangnya, terkadang orang tuh mendengarkan analisa pengamat seperti baca horoskop, kalau gak bagus ya gak dipercaya, dirobek-robek, kalau bagus dibilang ‘wah ini bener ini pengamat’,” tutur Hensa.

Menurutnya, pendekatan semacam itu justru menghambat ruang diskusi yang sehat. Ia mendorong agar setiap analisis diposisikan sebagai bahan kajian, bukan sekadar pembenaran atas preferensi pribadi.

“Nah, menurut saya seharusnya enggak usah begitu, jadi pernyataan pengamat itu ya dibaca saja sebagai analisa dan pendapat, dan baik buruknya justru harus dikaji oleh semua pihak, termasuk pemerintah,” tambahnya.

Pada akhirnya, Hensa mengingatkan bahwa analisis adalah bagian dari proses memahami realitas, bukan sekadar ramalan yang dicari kebenarannya semata. Dalam ruang publik yang semakin dinamis, kedewasaan dalam menyaring dan menilai informasi menjadi kunci utama. (her)

Tags: AnalisisHendri SatrioHoroskopPengamat

Berita Terkait.

Dedi-Prasetyo
Nasional

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27
Pengawalan
Nasional

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

Senin, 15 Juni 2026 - 09:07
Presiden-Jerman
Nasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Senin, 15 Juni 2026 - 08:26
rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5703 shares
    Share 2281 Tweet 1426
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1598 shares
    Share 639 Tweet 400
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.