• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Soroti Usulan JK, Fraksi Gerindra Ingatkan Risiko Daya Beli Anjlok Jika Harga BBM Naik

Dilianto - Editor Dilianto -
Minggu, 12 April 2026 - 22:09
in Nasional
ilustrasi Masyarakat sedang mengantri bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Foto: Dokumen INDOPOSCO

ilustrasi Masyarakat sedang mengantri bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali memicu perdebatan di tingkat elite. Usulan untuk menaikkan harga BBM oleh mantan Wakil Presiden Jusuf kalla (JK) demi menjaga kesehatan fiskal negara justru ditanggapi kritis oleh DPR, yang menilai langkah tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto, menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih cukup kuat untuk meredam gejolak ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi. Menurutnya, APBN tidak hanya berfungsi sebagai alat belanja, tetapi juga sebagai penyangga (shock absorber) untuk melindungi masyarakat.

BacaJuga:

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

26 Ruang Kelas Darurat Hadirkan Kegiatan Belajar Siswa Terdampak Bencana di Sumbar

Wah, Jumlah Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api Meningkat

Ia menyebut sejumlah indikator ekonomi masih berada dalam kondisi positif, seperti inflasi yang terkendali di kisaran 3,48 persen, serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39 persen pada kuartal IV 2025. Dengan kondisi tersebut, pemerintah dinilai masih memiliki ruang fiskal untuk mempertahankan subsidi energi tanpa harus menaikkan harga BBM.

“APBN kita masih sehat dan fleksibel. Pemerintah dapat melakukan penyesuaian anggaran melalui efisiensi belanja non-prioritas untuk menjaga stabilitas harga energi,” ujar Wihadi dalam keterangannya sebagaimana dikutip pada Sabtu (12/4/2026).

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM dapat memicu efek berantai, mulai dari lonjakan inflasi, melemahnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya biaya produksi. Dampak ini dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi yang saat ini tengah berada dalam tren positif.

Menurut Wihadi, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM justru merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi masyarakat dari tekanan global.

Di sisi lain, usulan kenaikan BBM sebelumnya didorong dengan alasan untuk mengurangi beban subsidi yang dinilai berpotensi memperlebar defisit APBN dan meningkatkan utang negara. Namun, DPR menilai pendekatan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi riil masyarakat saat ini.

“Menjaga daya beli masyarakat harus menjadi prioritas. Kenaikan harga energi justru berisiko memperburuk situasi ekonomi,” tegasnya.

Perdebatan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara kepentingan menjaga kesehatan fiskal negara dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini justru mempertanyakan alasan JK ngotot mengusulkan kenaikan BBM. Menurut dia, usulan JK itu justru seolah ingin ‘mendorong’ pemerintah ke situasi yang buruk.

“Jadi hal yang mungkin perlu dilihat adalah pernyataan Pak JK untuk mendorong kenaikan harga BBM justru dapat mendorong pemerintah masuk ke dalam situasi yang lebih berat dalam menangani krisis ini, karena dapat mengakibatkan pelemahan perekonomian kita,” katanya.

Wihadi meminta JK untuk kembali melihat postur APBN dan kondisi negara, terutama pertumbuhan ekonomi yang terus membaik sebelum mengusulkan BBM naik. Dia juga mengajak JK agar mengapresiasi setiap program atau kebijakan pemerintahan sekarang yang mulai dirasakan masyarakat manfaatnya.

“Kita harus mengapresiasi Pak Prabowo karena dengan tidak menaikkan harga BBM dalam situasi sekarang justru akan memberikan efek yang baik terhadap pemerintah dan kepada rakyat Indonesia, jadi saya kira sebelum melihat struktur APBN lebih baik Pak JK tidak berkomentar dulu,” tegasnya. (dil)

Tags: banggarBBMDPR RIJusuf Kalla

Berita Terkait.

miinuman
Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55
abdul
Nasional

26 Ruang Kelas Darurat Hadirkan Kegiatan Belajar Siswa Terdampak Bencana di Sumbar

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15
wisatawan
Nasional

Wah, Jumlah Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api Meningkat

Sabtu, 18 April 2026 - 14:34
ai
Nasional

Hadapi Dinamika, Praja IPDN Dituntut Kuasai Kompetensi Digital

Sabtu, 18 April 2026 - 13:13
menpar
Nasional

Percepat Pengembangan Danau Toba, Menpar Tekankan Sinkronisasi Master Plan

Sabtu, 18 April 2026 - 10:10
Diskusi
Nasional

KPK Pasca-Revisi: Antara Kekuasaan dan Kehilangan Gigi

Jumat, 17 April 2026 - 21:34

BERITA POPULER

  • Halalbihalal

    Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    752 shares
    Share 301 Tweet 188
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.