INDOPOSCO.ID – Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya berhasil menorehkan capaian membanggakan di kancah internasional. Mereka terpilih sebagai penerima pendanaan dari Kementerian Pendidikan Taiwan untuk mengikuti Taiwan Experience Education Program (TEEP) di Yuan Ze University.
Ketiganya, yakni Kayleen Gabriela, Jennifer Angel Gala, dan Valencia Catheryn Wilianto, akan menjalani program riset sekaligus magang di salah satu universitas terkemuka di Taiwan. Kesempatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi global mereka, khususnya di bidang teknik industri.
TEEP sendiri dikenal sebagai program bergengsi yang membuka akses bagi mahasiswa internasional untuk terlibat langsung dalam kegiatan akademik dan penelitian di Taiwan. Peserta tidak hanya bekerja di laboratorium bersama profesor, tetapi juga terlibat dalam proyek riset nyata serta mendapatkan dukungan finansial berupa uang saku sekitar NT$15.000 per bulan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran YZUxAJCUI Collaboration Center, lembaga yang didirikan pada 2024 untuk mempererat kolaborasi antara Yuan Ze University dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Lembaga ini juga menjadi jembatan resmi bagi pengembangan kerja sama akademik kedua institusi.
Direktur Eksekutif YZUxAJCUI Collaboration Center, Ir. Yanto, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan dari program studi dan dosen pembimbing.
“Kami sangat bangga dapat mendukung partisipasi mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dalam program TEEP ini. Sebagai lembaga yang menjembatani kolaborasi antara Yuan Ze University dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, YZUxAJCUI Collaboration Center berkomitmen untuk memastikan kelancaran seluruh proses, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan program di Taiwan,” ujar Yanto, Ph.D., yang juga lulusan doktoral dari kampus di Taiwan, Minggu (12/4/2026).
“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi para mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan kerja sama internasional yang berkelanjutan antara kedua institusi,” lanjutnya.
Partisipasi dalam program ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kualitas akademik mahasiswa sekaligus memperluas jejaring internasional kampus. Lebih dari itu, pengalaman lintas negara ini diyakini akan membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.
Komitmen Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya untuk mendorong mahasiswanya menembus panggung internasional pun terus diperkuat melalui berbagai program kolaborasi global.
“Kami mendorong pimpinan dari universitas lain di Indonesia agar dapat memanfaatkan program ini untuk mahasiswa mereka. Dalam catatan kami, baru hitungan jari kampus di Indonesia yang memanfaatkan program ini. Kami siap membantu dalam persiapan dan pendampingan,” tambahnya. (her)








