INDOPOSCO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur terus mendata lanjutan dampak kerusakan bangunan/rumah warga akibat gempa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, hingga hari ini, Sabtu (12/4/2026), tidak ada lokasi/tenda pengungsian terpusat. Warga terdampak lebih memilih mendirikan tenda mandiri di dekat rumah.
“Jika malam hari, warga terdampak memilih tidur di tenda di dekat rumah demi keamanan dan keselamatan karena gempa susulan masih terjadi,” jelas Muhari dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Ia mengatakan, BPBD telah memberikan tenda kepada masyarakat yang membutuhkan.
“BPBD Provinsi NTT dan BNPB saat ini mendistribusikan kebutuhan tenda dan logistik serta peralatan lain yang dibutuhkan,” tuturnya.
Menurut Muhari, hingga pukul 10.55 WIB sedikitnya 285 Kepala Keluarga (KK) atau 1.313 jiwa terdampak gempa di Flores Timur.
“Sebanyak 238 unit rumah rusak (dalam pendataan). 3 unit tempat ibadah rusak, 4 unit fasilitas pendidikan rusak, 2 fasilitas umum rusak,” bebernya.
Berikut wilayah terdampak gempa di Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur yaitu Desa Terong: 147 Kepala Keluarga (KK)/620 jiwa. Desa Lamahala Jaya: 104 KK/544 jiwa. Desa Dawata: 6 KK/31 jiwa. Desa Karing Lamalouk: 4 KK/4 jiwa. Kelurahan Waiwerang: 7 KK/18 jiwa. Desa Ipi Ebang: 2 KK/8 jiwa.
Kecamatan Solor Timur yaitu Desa Moton Wutun: 10 KK/55 jiwa. Desa Watobuku: 8 KK/32 jiwa.
Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,7 mengguncang Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (8/4/2026). Hingga saat ini gempa susulan masih menggetarkan wilayah terdampak.(nas)











