INDOPOSCO.ID – Dalam misi diplomatik luar negeri yang krusial, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS)James David Vance menggelar pembicaraan dengan pihak Iran di Pakistan, Sabtu (11/4/2026). Fokus utama pertemuan tersebut adalah mencari kesepakatan damai guna mengakhiri peperangan di Timur Tengah.
Vance bertolak ke Pakistan pada Jumat (10/4/2026) dan menyatakan optimismenya untuk mencapai kesepakatan positif dalam pertemuan tersebut.
“Kami menantikan negosiasi ini. Saya rasa hasilnya akan positif. Tentu saja, kita akan lihat,” ujar Vance seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (11/4/2026).
Vance menegaskan Presiden AS Donald Trump telah memberikan arahan yang eksplisit terkait misi negosiasi tersebut.
“Jika pihak Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu bersedia mengulurkan tangan terbuka, itu satu hal,” ucapnya.
“Jika mereka mencoba mempermainkan kami, mereka akan menemukan bahwa tim negosiasi tidak akan begitu responsif,” tambahnya.
Trump sebelumnya sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran. Keputusan tersebut diambil setelah berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026).
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran,” kata Trump melalui platform Truth Social miliknya, @realDonaldTrump, Rabu (8/4/2026).
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama 2 minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!,” sambungnya. (dan)










