• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga BBM Ditahan, Ketahanan Energi Terancam? Ini Hitung-hitungan Para Ahli

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 10 April 2026 - 09:07
in Ekonomi
e2s

Suasana diskusi bertajuk “Menjaga Ketahanan Energi di Tengah Gejolak Harga Minyak Global” yang digelar Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Foto: E2S

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kebijakan menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia memang memberi napas lega bagi masyarakat. Namun di balik itu, para ahli energi mengingatkan adanya ancaman yang jauh lebih serius: ketahanan pasokan BBM nasional bisa terganggu jika hitung-hitungan ekonominya tidak cermat.

Peringatan ini mencuat dalam diskusi bertajuk “Menjaga Ketahanan Energi di Tengah Gejolak Harga Minyak Global”, yang digelar Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

BacaJuga:

Tak Sekadar Tampil Sporty, Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Kini Punya Fitur DVR

VinFast Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Hadirkan Beragam Inovasi di GIIAS 2026

Laba FIF Tembus Rp2,37 T di Semester I 2026, Penyaluran Pembiayaan Melonjak Jadi Rp25,43 T

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan persoalan yang dihadapi saat ini bukan sekadar soal subsidi, melainkan keberlanjutan kemampuan pengadaan BBM oleh Pertamina.

“Ini bukan masalah subsidi-nya. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ada tidak uangnya Pertamina untuk mengadakan BBM di hari-hari ke depan,” katanya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dipatok di angka US$70 per barel. Sementara harga minyak dunia saat ini bergerak mendekati USD100 per barel mengikuti tren Brent.

Dengan asumsi nilai tukar rupiah tetap, Komaidi menghitung terdapat selisih antara harga jual BBM dengan nilai keekonomiannya mencapai Rp5 ribu-Rp9 ribu per liter.

Jika dikalikan dengan volume penjualan BBM Pertamina yang mencapai sekitar 200 ribu kiloliter per hari, maka dibutuhkan tambahan dana sekitar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun per hari, atau Rp60 triliun per bulan.

“Berapa bulan mereka bisa bertahan dengan cashflow yang ada? Belum lagi ada bond yang jatuh tempo,” ujar Komaidi.

Menurutnya, jika kemampuan pengadaan terganggu, maka persoalannya bukan lagi harga, melainkan ketersediaan barang.

“Kalau BBM di SPBU tidak ada, itu akan memicu kemacetan ekonomi dan sosial secara nasional,” tegas doktor kebijakan energi dari Universitas Trisakti ini.

Pasar Minyak Kini Dikuasai Penjual

Senada, Anggota Dewan Energi Nasional, Muhammad Kholid Syeirazi, menyebut situasi saat ini sebagai sales market, di mana pasar didikte oleh penjual.

“Kalau punya uang tapi barangnya tidak ada, itu tidak ada artinya,” tuturnya.

Menurut Kholid, dengan ICP di APBN USD70 per barel sementara harga pasar di atas USD100, muncul persoalan regulasi: dasar hukum pengadaan crude di atas ICP.

Ekonom Universitas Indonesia, Dipo Satria Ramli, memperkirakan jika harga minyak mencapai USD105 per barel dan kurs Rp17 ribu per USD, maka defisit APBN bisa menembus 3,6 persen, melampaui batas 3 persen.

“Beban itu berpindah dari APBN ke neraca Pertamina, sementara kita belum melihat data neraca terakhir mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian Energi dan Sumber Dasya Mineral (ESDM) RI Hendra Gunawan, memastikan pemerintah memperluas sumber pasokan energi, tidak hanya bergantung pada jalur Selat Hormuz.

Pasokan diperluas dari Amerika Serikat, Afrika, Asia Timur, dan Asia Tengah. Pemerintah juga mengalihkan sebagian produksi dalam negeri dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk kebutuhan domestik.

“Optimalisasi sumber daya domestik dilakukan untuk produksi BBM dan LPG,” katanya.

Di akhir diskusi, Komaidi mengingatkan satu hal penting. “Kebijakan boleh populis, tapi harus rasional. Kalau populis tapi irasional, itu bisa menghancurkan tatanan.”

Pesan ini menjadi alarm bahwa menjaga harga BBM tetap rendah memang penting, namun menjaga ketersediaannya jauh lebih krusial bagi ketahanan energi nasional. (rmn)

Tags: E2Sharga BBMKetahanan Energi

Berita Terkait.

Fronx
Ekonomi

Tak Sekadar Tampil Sporty, Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Kini Punya Fitur DVR

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:25
Vinfast
Ekonomi

VinFast Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Hadirkan Beragam Inovasi di GIIAS 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:34
FIF
Ekonomi

Laba FIF Tembus Rp2,37 T di Semester I 2026, Penyaluran Pembiayaan Melonjak Jadi Rp25,43 T

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:02
pdsi
Ekonomi

Rig PDSI #25.2 Rampungkan Pengeboran Sumur KRG-042 Lebih Cepat, Uji Produksi Tembus 777 BOPD

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:28
patrajasa
Ekonomi

Patra Jasa Perkuat Ekspansi Bisnis dan ESG, Pendapatan Tembus Rp5,5 Triliun

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16
bishi
Ekonomi

Inilah Spesifikasi Mitsubishi New Xforce: Elevated Urban SUV dengan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2071 shares
    Share 828 Tweet 518
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2042 shares
    Share 817 Tweet 511
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3152 shares
    Share 1261 Tweet 788
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.