• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Varian COVID-19 “Cicada” Mengintai, DPR Minta Pemerintah Perkuat Deteksi Dini

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 8 April 2026 - 13:13
in Nasional
cicada

Ilustrasi Covid-19 Cicada. Foto Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Munculnya varian baru COVID-19 BA.3.2 atau “Cicada” mendapat perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi IX, Nurhadi, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan tanpa memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Menurut Nurhadi, kemunculan varian baru harus menjadi alarm penting bagi sistem kesehatan nasional agar tetap siaga dan adaptif, meskipun Indonesia telah memasuki fase pascapandemi.

BacaJuga:

DPR Tambah 5 RUU Prioritas 2026, Soroti Penyiaran hingga Perumahan

Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI JKN Dituai, BPJS Watch Soroti Konsistensi Data dan Beban APBD

KUHP dan KUHAP Baru Dorong BUMN Lebih Hati-Hati dalam Transformasi

“Varian baru ini tidak boleh disikapi dengan kepanikan, tetapi menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan harus tetap waspada,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Varian “Cicada” saat ini masuk kategori variant under monitoring secara global, dengan jumlah mutasi tinggi pada protein spike. Varian ini telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara dan dilaporkan lebih banyak menyerang kelompok anak.

Sejumlah laporan internasional menyebut varian ini berpotensi meningkatkan risiko reinfeksi, meski belum ada bukti kuat terkait tingkat keparahan yang lebih tinggi dibanding subvarian Omicron.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan belum menemukan kasus varian tersebut. Namun, Nurhadi mengingatkan bahwa situasi global yang dinamis membuat penyebaran virus sulit diprediksi, terutama dengan meningkatnya mobilitas internasional.

“Yang perlu menjadi perhatian bukan hanya apakah varian ini sudah masuk atau belum, tetapi apakah kapasitas deteksi dini kita sudah cukup kuat,” tegasnya.

Belajar dari pengalaman pandemi sebelumnya, ia menilai jeda antara deteksi global dan masuknya varian ke suatu negara sering kali sangat singkat, sementara respons kebijakan kerap tertinggal.

Karena itu, DPR mendorong pemerintah untuk memperkuat genomic surveillance secara merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Menurutnya, kualitas sistem deteksi sangat bergantung pada kecepatan dan akurasi data dalam mendukung pengambilan kebijakan.

Nurhadi juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang jelas dan seimbang, agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada terhadap risiko yang ada.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga disiplin protokol dasar, seperti memakai masker saat sakit atau di tempat ramai, melindungi kelompok rentan, serta mengikuti vaksinasi penguat bagi kelompok berisiko.

Selain itu, pemerintah diminta menyiapkan langkah antisipatif lintas sektor sejak dini, termasuk perlindungan bagi pekerja harian, keberlangsungan UMKM, serta kesiapan bantuan sosial.

“Jangan sampai keterlambatan membaca sinyal awal justru berujung pada dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Nurhadi menegaskan, kekuatan sistem kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan merespons krisis besar, tetapi juga dari kecepatan membaca potensi ancaman sejak dini.

“Ini harus menjadi pelajaran penting dari pengalaman pandemi sebelumnya,” pungkasnya. (dil)

Tags: Covid Cicadacovid-19DPR RIKomisi IX

Berita Terkait.

bob
Nasional

DPR Tambah 5 RUU Prioritas 2026, Soroti Penyiaran hingga Perumahan

Kamis, 16 April 2026 - 21:21
bpjs
Nasional

Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI JKN Dituai, BPJS Watch Soroti Konsistensi Data dan Beban APBD

Kamis, 16 April 2026 - 20:16
kuhp
Nasional

KUHP dan KUHAP Baru Dorong BUMN Lebih Hati-Hati dalam Transformasi

Kamis, 16 April 2026 - 19:25
Terima KWP Award 2026, Ketua DPD RI: Wartawan Pilar Utama Demokrasi 
Nasional

KUHP dan KUHAP Baru Dorong BUMN Lebih Hati-Hati dalam Transformasi

Kamis, 16 April 2026 - 18:55
Terima KWP Award 2026, Ketua DPD RI: Wartawan Pilar Utama Demokrasi 
Nasional

Rapim Akhir Kuartal I 2026, Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan

Kamis, 16 April 2026 - 18:34
Terima KWP Award 2026, Ketua DPD RI: Wartawan Pilar Utama Demokrasi 
Nasional

Terima KWP Award 2026, Ketua DPD RI: Wartawan Pilar Utama Demokrasi 

Kamis, 16 April 2026 - 18:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2523 shares
    Share 1009 Tweet 631
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.