INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa seluruh program pemerintah pada akhirnya bermuara pada keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Isyana dalam konferensi pers usai menghadiri Dialog Nasional dan Lokakarya bertema “Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif” di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan berbagai program prioritas pemerintah sangat bergantung pada implementasinya di tingkat keluarga.
“Sebetulnya semua program-program yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden, ujungnya adalah keluarga. Bagaimana penerapannya di keluarga,” ujar Isyana kepada awak media.
Ia menjelaskan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) memiliki peran strategis dalam memastikan program-program tersebut dapat berjalan efektif melalui pendekatan siklus kehidupan.
Program yang dijalankan mencakup berbagai fase kehidupan, mulai dari seribu hari pertama kehidupan hingga usia lanjut.
“Program-program siklus kehidupan mulai dari seribu hari pertama kehidupan hingga lansia, termasuk juga anak-anak usia remaja, itu semua kita lakukan,” tegasnya.
Isyana menambahkan, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita, khususnya poin keempat, tidak dapat dilepaskan dari ketahanan keluarga.
Dalam implementasinya, Kemendukbangga terus mendorong kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, serta mengedepankan edukasi sebagai instrumen utama perubahan sosial.
“Salah satu tugas dari Kemendukbangga adalah melakukan edukasi sehingga nantinya bisa timbul perubahan perilaku,” jelas Isyana.
Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memastikan seluruh program berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Kolaborasi terus kita lakukan dengan seluruh kementerian yang ada, dan mudah-mudahan semuanya bisa berjalan baik,” tutupnya.
Dengan pendekatan yang menyasar langsung keluarga sebagai pusat pembangunan, pemerintah berharap mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan masa depan.
Turut hadir dalam Dialog Nasional dan Lokakarya tersebut diantaranya Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan, hingga Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar. (her)










