INDOPOSCO.ID – Komitmen terhadap lingkungan hidup tak lagi sekadar slogan bagi PLN Indonesia Power. Dalam ajang penilaian kinerja lingkungan paling prestisius di Indonesia, perusahaan pembangkitan ini tampil dominan dengan memborong 7 PROPER Emas dan 22 PROPER Hijau untuk kinerja tahun 2025.
Raihan tersebut setara dengan 18 persen dari total 39 PROPER Emas nasional yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sekaligus menjadikan PLN IP sebagai peraih penghargaan PROPER terbanyak di lingkungan PLN Group.
Penganugerahan PROPER digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
PROPER Emas merupakan predikat tertinggi dalam penilaian pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah melampaui ketaatan regulasi (beyond compliance) melalui inovasi efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat yang konsisten dan berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan PROPER Emas adalah simbol kepemimpinan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.
“PROPER Emas merupakan simbol kepemimpinan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Predikat ini diberikan kepada entitas yang tidak hanya taat, tetapi mampu melampaui standar melalui inovasi, efisiensi, dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan,” katanya.
Tak hanya itu, penghargaan Green Leadership PROPER juga diraih Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, yang dinilai berhasil mendorong transformasi fundamental di sektor energi melalui digitalisasi, inovasi, dan prinsip keberlanjutan.
Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan bersama para pemangku kepentingan.
“Penghargaan PROPER Emas ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. PLN IP berkomitmen tidak hanya memenuhi standar, tetapi melampaui ekspektasi dalam mendukung transisi energi nasional,” ujarnya.
Adapun unit PLN Indonesia Power yang berhasil meraih PROPER Emas antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Priok, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Darajat, PLTP Gunung Salak, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica PB Soedirman, PLTA Mrica Wonogiri, serta PLTGU Grati.
Sebanyak 22 unit pembangkit PLN IP meraih PROPER Hijau, di antaranya: PLTA Ir PM Noor, PLTA Maninjau, PLTA Saguling, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Selayar, PLTDG Tello, PLTG Gilimanuk, PLTGU Cilegon, PLTGU Indralaya, PLTGU Keramasan, PLTGU Semarang, PLTP Lahendong, PLTP Ulubelu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten (Suralaya, Labuan, Lontar), PLTU Barru, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Adipala, PLTU Jeranjang, PLTU Suralaya, PLTU Tanjung Balai Karimun, dan PLTU Teluk Sirih.
Capaian ini menegaskan PLN IP tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh lini operasional.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi PLN Indonesia Power sebagai motor penting dalam agenda besar transisi energi nasional dan upaya mewujudkan masa depan energi bersih di Indonesia. (srv)










