INDOPOSCO.ID – Di tengah bayang-bayang penutupan Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah, Anggota Komisi VI DPR Firnando H Ganinduto mendukung penuh keputusan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri.
Menurutnya, eskalasi perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran tidak boleh menjadi beban langsung bagi rakyat kecil melalui kenaikan harga energi.
“Pemerintah bisa menahan harga BBM seperti ini kan artinya mereka sudah bekerja keras untuk bagaimana caranya atas perang Iran yang mengakibatkan harga minyak global tinggi,” kata Firnando kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menyebut penahanan harga BBM subsidi dan nonsubsidi sebagai cermin kerja keras kementerian dalam hal ini Menteri ESDM Bahlil Lahadalia demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM bisa menahan harga tidak naik dari non-subsidi maupun subsidi artinyakan mereka udah bekerja keras,” jelas Firnando.
Lebih lanjut, Firnando mengingatkan, bahwa saat ini sejumlah negara tetangga Indonesia telah menaikkan harga BBM. Bahkan, terdapat beberapa negara di dunia yang mewajibkan masyarakatnya bekerja menggunakan alat transportasi seperti sepeda dan lain-lain.
“Kita lihat negara-negara tetangga kita aja sudah luar biasa naiknya dan bahkan ada beberapa negara yang mewajibkan untuk bekerja naik sepeda dan seterusnya, tapi kita masih bisa menahan harga tidak naik,” ucap Firnando.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi harga BBM subsidi dengan kondisi APBN. Ia pun meminta Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mulai memikirkan skema alokasi anggaran baru dari pos-pos lain sebagai langkah antisipasi subsidi BBM di waktu yang akan datang.
“Nah hari ini memang APBN kita masih bisa menopang atas kenaikan harga BBM itu gitu. Nanti bagaimana caranya pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan untuk bisa mengalokasikan anggaran-anggaran yang lain guna menutupi subsidi dari BBM ini, gitu,” imbuh Firnando. (dan)










