INDOPOSCO.ID – Di tengah fluktuasi harga energi, efisiensi bahan bakar minyak (BBM) kini tak hanya bergantung pada jenis kendaraan, tetapi juga pada perawatan mesin dan gaya mengemudi yang tepat.
Pebalap rali Rifat Sungkar mengatakan kunci efisiensi bahan bakar terletak pada dua faktor utama, yaitu kondisi kendaraan yang prima dan perilaku berkendara yang tepat.
Rifat mengatakan, performa mesin itu sangat menentukan bagaimana konsumsi BBM, apakah boros atau tidak. Menurutnya, mesin yang sehat akan bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang sudah tidak optimal.
“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” katanya di Jakarta, dikutip Jumat (3/4/2026).
Peraih delapan kali juara reli nasional tersebut menyarankan agar pengendara menggunakan pelumas yang tepat serta rutin merawat injektor, filter bahan bakar, dan sistem pengapian guna menjaga performa mobil modern tetap optimal.
“Mobil modern itu walau sudah canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” jelas Rifat.
Selain kondisi mesin, faktor terbesar kedua adalah perilaku pengemudi. Rifat menilai gaya berkendara agresif menjadi penyebab utama konsumsi BBM menjadi boros.
“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” tuturnya.
Menurut Rifat, prinsip dasar efisiensi adalah menjaga keseimbangan antara RPM rendah dan kecepatan optimal karena besarnya penggunaan energi berbanding lurus dengan tenaga yang dikeluarkan mesin.
“Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” terangnya.
Rifat sangat menganjurkan agar konsumsi BBM bisa lebih efisien dan hemat maka gaya berkendara secara halus dan mengalir (flowing) saat menginjak pedal gas menjadi sangat diperlukan.
“Lalu tetap menjaga jarak aman dan hindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering. Itu semua dapat membantu kita menghemat BBM secara signifikan,” imbuhnya.(dan)











